DIY (16): Cara Lihai, Pasang Keramik Dinding atau Lantai

Keramik dinding dengan keramik lantai memiliki perbedaan karakater tersendiri. Masa sih?.... ya iyalah, kalau enggak kenapa pabrik membedakan produknya antara keramik lantai dan keramik dinding?

Nah, tentu saja cara kita memasang keramiknya pun harus ada bedanya juga, supaya keramik tersebut dapat terpasang dengan baik dan kuat. Berikut ini adalah cara pasang keramik, beserta dengan perbedaan diantara keduanya.

1. Pemasangan keramik lantai dan dinging sebaiknya dilakukan pada tahap akhir sebuah proyek. Tujuannya adalah untuk mengurangi resiko kerusakan akibat pekerjaan lain yang belum selesai yang dapat membuat baret atau pecah keramik yang sudah terpasang.

2. Permukaan lantai/dinding yang akan dipasang keramik juga harus dalam keadaan bersih, cukup kering dan rata air.

3. Tentukan tulangan dengan mempertimbangkan tata letak ruangan/tangga/dinding yang ada. Pemasangan keramik lantai atau dinding dimulai dari tulangan ini.

4. Rendam keramik lantai atau keramik dinding dalam air terlebih dahulu.

5. Setiap jalur pemasangan sebaiknya menggunakan panduan dari benang dan rata air.










6. Adukan semen untuk pemasangan keramik harus penuh, baik dasar maupun dibadan belakang keramik lantai atau dinding yang akan dipasang. Perbandingan adukan dan tebal adukan yang disarankan adalah:
- Keramik lantai, Semen : Pasir = 1 : 6, dengan ketebalan rata-rata = 2 s/d 4 cm
- Keramik dinding, Semen : Pasir = 1 : 4. dengan ketebalan rata-rata = 2 cm



7. Lebar nat juga berbeda antara keramik lantai dan keramik dinding.
- Keramik lantai, lebar nat = 4 s/d 5 mm
- Keramik dinding, lebar nat = 2 mm








8. Nat diisi dengan campuran pengisi nat (grout) semen atau bahan khusus yang ada dibanyak toko bangunan. Untuk area yang luas dianjurkan untuk diberi expansion joint.

8. Khusus untuk dinding luar, lebih baik diberi tali air setiap jarak tertentu disesuaikan dengan deesain pola lantai yang digunakan. Tujuannya agar keramik tidak menerima beban terlalu berat.


9. Bersihkan segera bekas adukan grout pengisi nat yang telah diaplikasikan dan menempel di permukaan keramik. Kita bisa menggunakan bahan pembersih dengan kadar asam tidak lebih dari 5%. Setelah itu bersihkan dengan air bersih.

Karena sifat keramik adalah alami melalui proses pembakaran temperatur tinggi, sangat wajar jika terjadi perbedaan warna dan ukuran. Untuk itu periksalan keramik lantai atau dinding yang akan dipasang, sesuaikan dengan seri dan ukurannya.

Bisa juga kita lihat dari tingkat kualitasnya (KW). Dan perhatikan nomor serinya, jika nomor serinya berbeda maka tahun atau angkatan produksinya berbeda, hal ini bisa menyebabkan warna dan ukuran sedikit berbeda. Jadi jika akan memasang keramik, persiapkan spare kuantitas, berjaga-jaga jika ada kesalahan dalam pemasangannya.

Selamat Merenovasi

Reactions:
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...