Biaya-biaya dalam pengurusan IMB


Mengenai posting soal IMB yang baru saja saya rilis, berikut ada infomasi tambahan dari Lamhot's Blog mengenai perijinan IMB, sebagai tambahan informasi anda dalam pengurusan IMB. Mudah-mudahan semakin memberikan pencerahan bagaimana pengurusannya, dan semakin anda dibuka matanya akan tingkah laku pelaku-pelaku pelayan masyarakat dalam melayani masyarakatnya.... :(
Biaya-biaya yang akan dikeluarkan selama pembelian rumah biasanya tidak jauh dari biaya-biaya dibawah ini:

1. Biaya Pembuatan IMB
Untuk membuat IMB (Izin Mendirikan Bangunan) biasanya hanya memakan biaya tak lebih dari Rp. 1 Juta bila kita urus sendiri sesuai jalurnya dan bersedia menunggu sesuai waktu yang ditentukan ( biasanya 2-3 minggu). Namun apabila kita menginginkan proses yang lebih cepat biasanya kita akan mendapatkan biaya tambahan (kurang dari 2 minggu, tergantung biaya). Biasanya bagi yang akan mengajukan kredit ke BANK akan meminta dipercepat dan pada biasanya para petugas yang mengurus IMB ini juga mengetahui tujuan dipercepat ini, sehingga mereka akan me mark-up harga mengingat tujuan pengajuan IMB ini adalah untuk mendapatkan dana segar dari bank.
Yah, begitulah sifat dan mental para aparat kita................... walaupun tidak semuanya begitu.

IMB untuk tanah yang luasanya di bawah 250m2 (kalau ga salah) bisa dilakukan di Kelurahan dimana tanah itu berada dan tidak perlu ke BPN (Badan Pertanahan Nasional). Pengajuan IMB ada 3 jenis yaitu, IMB rumah baru, IMB renovasi dan IMB Rumah Lama.

a.IMB rumah baru
Untuk mengajukan rumah baru seharusnya tidak memakan biaya besar dan lebih cepat karena biasanya yang membangun (kontraktor) sudah memliki gambar yang fix sehingga prosesnya lebih cepat. Untuk gambar juga harus mengikuti ketentuan yang berlaku dimana luas dan letak tanah kosong harus sesuai dengan aturan pemerintah. Biayanya sekitar 3,5 juta untuk proses 2 minggu.
Bila kita membeli rumah yang baru di perumahan yang baru dibangun, kita tidak perlu repot-repot membuat IMB, karena developer pasti sudah memilki IMB untuk perumahan tersebut. Dan bila kita membeli di perumahan dengan KPR bank., pihak bank tersebut yang akan berurusan dengan devloper dan kita tinggal menuggu saja. Tapi bila kita membeli dari rumah seken, maka kita harus mengurus IMBnya.

b. IMB Renovasi
IMB diajukan apabila akan dilakukan renovasi atau perombakan rumah yang signifikan sehingga ukuran dan bentuk rumah juga berubah banyak. Pengajuan ini juga cenderung cepat bila kita sudah memilki gambar denah sebelum dan sesudah dirombak, serta ukuran yang baru tidak melebihi ketentuan pemerintah yaitu luas tanah yang tersisa harus 40% dari luas total tanah, serta letak tanah ruang tanah kosongnya harus berada di samping, depan dan belakang rumah, sesuai ketentuan (bukan hanya berada di depan saja).
Apabila tidak sesuai dengan ketentuan, maka gambar akan dirubah atau akau digunakan gambar palsu yang sudah dimanipulasi yang tentu saja ini akan memakan biaya dan dan dana lebih. Jadi lebih baik tanyakan dulu ke bagian IMB di kelurahan atau BPN agar well prepare. Biasanya biayanya sekitar 3,5 Juta untuk tanah yang tidak ada masalah. Yang dimaksud bermasalah adalah apabila di renovasi mejadi sebuah rumah sedangkan denah adalah 2 kapling biasanya akan dikenakan tambahan 500rb - 1 juta untuk merubah status tanah 2 kapling menjadi 1 kapling.

c. IMB rumah lama
IMB ini diajukan apabila kita membeli rumah seken yang belum memliki IMB saat membangunnya (bahasa kasarnya adalah bangunan liar). Biaya yang dikeluarkan akan lebih besar daripada IMB rumah baru dan renovasi karena akan dikenakan denda dan dispensasi dari Pemda (Pemerintah daerah) yang besarnya bisa lebih mahal 2-3 juta. Tergantung persentase dari NJOP. Biaya ini belum termasuk biaya penggabungan 2 kapling atau lebih menjadi 1 kapling apabila ternnyata bangunan berada diatas penggabungan kapling tsb. Biasanya untuk pembuatan IMB denda despenasi penggabungan tanah memkan biaya 7-8 juta.

Pengajuan ke-3 IMB diatas pada umumnya dilakukan karena alasan mengajukan KPR dan Kredit ke BANK. Saran saya bila alasannya untuk mengajukan kredit KPR lebih baik menggunakan IMB rumah baru saja walaupun sebenarnya rumah tsb adalah rumah seken, jadi rumah lama yang ada sekarang dianggap rumah yang baru di bangun. Karena bank juga tidak akan cross check apakah IMB tersebut untuk rumah lama, renovasi atau rumah lama. IMB bagi BANK adalah syarat administrasi dan tidak melihat jenis IMB tsb tetapi melihat dari ukuran rumah yang tertera dengan ukuran rumah di dalam faktur pajak. Pada umumnya setiap rumah tidak memiliki IMB yang sesuai dengan yang eksisting karena telah banyak perubahan baik di dalam maupun diluar bangunan. IMB yang sesuai antara ukuran di IMB dengan eksisting akan diminta utuk pengajuan kredit.

Sebagai tambahan, pada saat mengajukan IMB, ada beberapa syarat yang harus di persiapkan yaitu :
  • fotocopy pemilik rumah/tanah
  • fotocopy KK pemilik tanah
  • Fotocopy sertifikat tanah
  • berkas-berkas yang harus di tandatangin dengan materai sebanyak 7 buah.

Agar kita tidak bolak-balik ke kelurahan/BPN, mintalah berkas-berkas yang harus di isi dan ditandatangani sehingga kita datang ke kelurahan/BPN langsung menyerahkan semua syarat tersebut.


2. Pajak Penjual dan Pajak Pembeli
Berhati hatilah dengan penjual rumah yang ingin menjual rumahnya dengan harga bersih, karena kita harus tau dulu apakah harga besih adalah harga diluar notaris dan pajak penjual atau tidak. Bila penjual minta bersih diluar biaya-biaya lain. Bersiap-siaplah untuk merogoh tabungan lebih banyak. Rincian pajak adalah sbb:


Pajak Penjual (PPH) : 5% x harga (tanah rumah) NJOP
Pajak Pembeli (BPHTB) : 5% x harga (tanah rumah – 60 Juta)


Contoh :

  • Luas tanah 145 m2, harga tanah di NJOP adalah 1.300.000/m2
  • Harga bangunan di NJOP 500rb/m2
  • Sehingga pajak penjual = 5% x [145 x ( 1.300.000 500.000) ] = 13.050.000
  • Pajak pembeli = 5% x [[145 x ( 1.300.000 500.000) ] – 60.000.000]] = 10.050.000. Sehingga apabila kita yang harus membayar pajak pejual maka kita harus mengularkan dana untuk pajak jual beli adalah 23.100.000 diluar harga rumah.

3. Biaya notaris
Apabila biaya notaris yang akan ditunjuk bersama di tanggung oleh pembeli maka bersiap-siap aja untuk mengeluarkan waktu dan tenaga yang lebih, karena selain kita harus mencari-cari notaris PPAT yang murah dan benar (bila tidak melalui KPR Bank) kita juga harus ngotot-ngototan menawar harga ke notarisnya. Tapi bila kita melalui KPR bank, kita akan mendapat notaris yang sudah memiliki standar biaya dari BANK tsb. Untuk mendapatkan harga yang spesial dari notaris BANK kita harus pandai-pandai meloby manager cabang bagian perkreditan tempat kita mengajukan tsb. Akan lebih baik bila kita bisa meloby ke yang lebih berwenang diatas manager tsb, sehingga kita akan mendapatkan potongan harga khusus untuk notaris tsb.
Biaya-biaya yang akan kita keluarkan untuk notaris sbb:

  • Biaya cek sertifikat : Rp. 100.000,-
  • Biaya SK 59 : Rp. 100.000,-
  • Biaya validasi pajak : Rp. 200.000,-
  • Biaya Akte Jual Beli (AJB) : Rp. 2.400.000,-
  • Biaya Balik Nama (BBN) : Rp. 750.000,-
  • SKHMT : Rp. 250.000,-
  • APHT : Rp. 1.200.000,-
  • Total : Rp.5.000.000,-

Cek sertifikat diperlukan untuk memastikan apakah sertifikat tersebut asli atau palsu, Validasi pajak juga perlu untuk memastikan apakah pajak sudah dibayar/belum atau bukti pembayaran ternyata palsu, biaya akte jual beli merupakan biaya perngurusan segala berkas-berkas sampai selesai dan kita hanya menandatangani bersama si penjual semua berkas-berkas dan pernjanjian jual beli, biaya balik nama adalah biaya pengurusan balik nama semua sertifikat dari penjual ke pembeli.

4. Biaya Bank
Bila mengajukan kredit melalui bank kita akan dikenakan biaya administrasi antara lain :

  1. Biaya apraisal sebesar Rp.300.000 yaitu biaya administrasi untuk proses pengajuan peminjaman kredit ke bank.
  2. Biaya administrasi PSJT sebesar 0.5% dari sisa pokok kredit kita. Biaya ini akan di bebankan ke kita bila kita kita akan melunasi KPR kurang dari 1 tahun. Tapi bila lebih dari satu tahun kita tidak akan dikenakan biaya apapun.
  3. Biaya asuransi, yaitu asuransi kebakaran dan asuransi jiwa. Pada umumnya akan kita bayar lansum selama jangka waktu kredit yang disejui, dan bekisar antara 1.8 juta – 2,4 juta.

Uang kita juga akan ditahan (dibekukan) di dalam tabungan kita sebesar 1 kali angsuran perbulan kita. Jadi didalam tabungan kira akan mengendap dana minimal 1 kali angsuran yang tidak dapat kita tarik.

5. Biaya peningkatan HGB ke SHM
Bila sertifikat yang ada adalah HGB (Hak Guna Bangunan), maka pembeli dapat meningkatkan sertifikat menjadi SHM (Sertifikat Hak Milik). Biayanya sbb:

  • Biaya pemasukan kas negara (2% x (NJOP tanah – 60 Juta)
    Misal harga NJOP tanah : Rp.1.300.000/m2 dan luas tanah adalah 145 m2. maka NJOP tanah : 1.300.000x 145 = 188.500.000. jadi biaya pemasukan kas negara untuk peningkatan SHM adalah : 2% x (188.500.000-60.000.00) = Rp. 2.570.000
    Jasa notaris : Rp. 1.000.000- Rp.2.000.0000. Jadi total biaya peningkatan hak milik antara Rp 3.570.000- Rp.4.570.000

6. Biaya Roya Roya adalah proses pencoretan atau pengembalian hak serifikat yang awalnya dimiliki oleh Bank kepada pemilik, karena sebelumnya sertifikat tersebut telah dijaminkan ke Bank untuk kredit. Biasanya biaya Roya alan dikeluarkan apabila kita membeli tanah yang sedang dijaminkan oleh si penjual (Seken). Dan seharusnya biaya ini di tanggung oleh si penjual.

Tapi apabila kita ingin proses dipercepat, maka pengurusan roya dapat juga dilakukan oleh notaris sekaligus yang biayanya bisa dibebankan kepada si penjual. Umumya biaya pengurusan roya yang dilakuakan sendiri ke BPN adalah Rp.150.000 – Rp 250.000 bila di urus sendiri. Tapi bila melalui notaris kita akan dikenaka biaya 500.000.

Selamat Merenovasi.

Reactions:

122 comments:

mas, blog ini sangat bermanfaat bagi saya yang masih awam dengan membangun rumah. Mohon info bagaimana cara mengajukan IMB untuk rumah kos? Apa cukup dengan rumah hunian saja? Khawatirnya kalau pake nama rumah kos, malah nantinya lama & mungkin jadi objek pemerasan hehee.. Thanx banget.

Pastinya ijin yang diajukan harus sesuai dengan fungsi yang akan dibangun. Jika akan dibangun rumah kos... ijinnya tetap rumah tinggal atau hunian. Soal waktu pengurusan, tinggal masing-masing pemda, ada yang cepat ada juga yang lambat. Biasanya keluar Ijin Pendahuluan (2 minggu) dengan IP itu kia sudah bisa mulai membangun. Sedang IMB keluar setelah 3 bulan.
Soal harga, lebih baik cari calo yang mengerti betul prosesnya. Paling tidak anda tidak ditembak berkali-kali...he3 jadi cukup sekali. Apa boleh buat,...pemda kita mentalnya masih seperti itu. Jika surat sudah ditangan, tidak perlu khawatir akan diperas, cukup pegang nomor hp pengurus terkait, habis perkara. Bahkan jika masih dalam proses, petugas terkait berani pasang badan jika ada pungutan lain...maklum soalnya komisinya sudah ditangan...he3
Semoga membantu.....

bos punya contoh surat penawaran rumah nggak.ini saya perlukan untuk pengajuan kpr ke bank butuh surat penawaran katanya

Selamat sore mas Tony,
Saya dua hari lalu tertarik membeli rumah seken di daerah Jelambar seharga Rp.400 jt.

Setelah agak serius ternyata status kepemilikan adalah HGB dan TIDAK ADA IMB.

Tampaknya jika serius membelinya akan muncul masalah karena tidak adanya IMB ini ya?

Jika memang saya ingin membelinya, kira-kira apa yang harus saya siapkan berkenaan ketidakadaan IMB dari rumah ini ya? Terimakasih atas bantuannya mas Tony.

Resa

Untuk penanya mengenai surat penawaran rumah...
Maaf biasanya jika anda ingin mengajukan kpr tidak diperlukan surat penawaran. Bank biasanya membutuhkan copy sertifikat tanah dan bangunan serta IMB, gunanya adalah untuk menilai bangunan yang akan anda beli. Biasanya dari situ mereka langsung konfirmasi by telepon kepada pihak penjual berapa nilai ual rumah tersebut. Coba anda konfirmasikan lagi kepada pihak bank, maksud dan tujuan surat penawaran tersebut. Tks

To Bp/Ibu Resa
Mengenai status rumah HGB tidak menjadi masalah, karena status HGB bisa saja ditingkatkan menjadi Sertifikat Hak Milik, tinggal ditentukan siapa yang akan meningkatkan status tersebut, penjual atau nantinya pembeli sendiri.
Untuk IMB, memang sangat diperlukan. Terutama saat pengurusan pemindahan hak saat transaksi dengan notaris. Untuk memastikan besaran rumah yang akan dipindah tangankan dan diganti kepemilikannya serta menjadi dasar hukum proses transaksi. Soal menjadi masalah atau tidak, biasanya hal tersebut akan menjadi perhatian notaris. Nantinya anda akan diberitahukan resiko-resiko dari ketidak adaan IMB ini. Tks

Mas Tony, keluarga dari pihak suami saya ingin menjual rumah di daerah Jaksel, sudah ada peminatnya tapi masalahnya rumah tsb tidak bisa dibuatkan IMB karena setelah dicek ke pemda DKI akan terkena pelebaran sungai, rencana tsb sudah ada sejak th 1992 tapi belum terlaksana sampai saat ini. Waktu itu ada "pihak" yg ingin membantu membuatkan IMB aspal tapi ditolak oleh keluarga suami karena hal tsb ilegal.
Menurut Mas Tony apa solusi terbaik dari masalah ini, karena rata2 peminatnya ingin membeli rumah melalui KPR yg mensyaratkan IMB, sementara kalo IMB tidak bisa diterbitkan rumah tsb gak akan bisa terjual donk...
Saya mohon bantuannya. Terima kasih.

Tina

Mas Tony, terimakasih blognya sangat membantu. Sy sedang mengurus IMB utk rmh lama yg sebelumnya tdk ada IMB. Luas tnh 320 m2. daerah kebayoran baru. Agen yg membantu menguruskan IMB meminta biaya 20 juta. Terus terang, setelah membaca blog dr mas Tony, sy terkejut sekali krn biayanya sangat melampaui ilustrasi biaya yg mas Tony tuliskan. Mohon tanggapan Mas Tony. Terimakasih byk sebelumnya.

To Ibu Tina.
Sepertinya sedikit rumit permasalahan ibu ini. Mungkin sedikit trik saja bisa membantu. Pertama, ibu cari orang yang mengerti betul soal ini... terutama orang dalam pemda tentunya.
Kedua, ibu cari info (kalau perlu gambar) area yang akan terkena pelebaran. Ketiga, ibu gambar ulang rumah ibu, tanpa mencantumkan area yang akan terkena pelebaran. Mudah2an bisa membantu permasalahan. Hanya saja hasilnya, sebagian rumah ibu tidak ber IMB, tapi... daripada rumah ibu tidak memiliki IMB sama sekali. Trik ini mungkin bisa membantu. Coba ibu konsultasikan hal ini ke orang-orang terkait, setiap pemda terkadang berbeda-beda penyelesaiannya.
Selamat Merenovasi

To Bp Anonim.
Mengenai pembuatan IMB rumah lama yang sebelumnya tanpa IMB, wah... saya kurang cukup info soal ini. Sedikit membantu saja,... mungkin perlu ditanyakan rincian dari tarif tersebut. Lalu cari info peruntukan lahan daerah tersebut. Mungkin saja ada pelanggaran-pelanggaran yang terjadi saat rumah tersebut dibangun, atau tanah tersebut tercatat dengan 2 kavling (sehingga perlu biaya penggabungan). Lalu bagaimana juga dengan GSB nya, lahan terbuka, sumur resapan dan sebagainya. Jika terdapat pelanggaran itu, mungkin saja terjadi denda (biaya mahal). Untuk pastinya, coba cari second opinion dari orang-orang terkait (pemda). Yang penting kita harus tahu dulu biaya sebesar itu untuk apa saja. Jika masuk akal dan ada peraturannya, yah... memang harus kita penuhi. Jika tidak ada dasarnya... berarti hanya uang jasa saja... :D
Selamat merenovasi

Salam kenal ms. Tony. Saya sedang mengajukan kredit ke bank. Sebagai prasyarat, bank meminta IMB yang sudah di sah kan sampai level Tata Kota, sedangkan saya hanya memiliki IMB sampai dengan pengesahan dari kecamatan. Apakah saya harus mengurus lagi dari awal, dan berapa biayanya?

To Ibu Selvi
Saya rasa ibu tidak perlu memngurus dari awal lagi. Cukup ibu bawa saja IMB yang sudah disahkan di kecamatan, untuk mendapatkan pengesahan di Tata Kota. Pengesahan di tata kota itu biasanya untuk memeriksa, apakah lokasi yang ibu miliki akan terkena proyek Pemerintah /PU atau tidak. Hal ini menjadi perhatiannya bank, karena bank tidak akan membiayai kredit yang nantinya akan mendapatkan masalah proyek perkotaan (misal: pelebaran jalan, pelebaran sungai, jalan tol, atau pertamanan). Soal biaya pengesahan...? mungkin sekitar Rp.150rb sampai Rp.250 rb.(Jika ibu urus sendiri).
Selamat Merenovasi

Salam Pak Tony. Saya baru saja membeli rumah dgn model bangunan 2 lantai. Ada beberapa hal yg ingin sy tanyakan:
1) Rumah tersebut blm mempunyai IMB pd saat sy beli. Kemudian sy beli rumah tsb dan sy renovasi. Setelah selesai -- krn sy mau buat IMB rmh tsb-- apakah sy sebaiknya mengurus ijin untuk IMB rmh baru atau IMB utk rumah seken?

2) Saat ini sy jg sedang melakukan proses balik nama sertifikat tanah rmh yg sy beli tsb. Yang ingin sy tanyakan, berapa lama proses balik nama sertifikat tanah rumah? Sy tanyakan ke notaris tempat sy transaksi jual beli rmh tsb jawabannya adalah sekitar 2 bulan, dgn rincian tahap pertama adalah balik nama pemilik rumah (almarhum) ke ahli warisnya (anaknya) sekitar 1 bln, kemudian balik nama dari si ahli waris tadi ke nama sy sekitar 1 bln...mohon pencerahannya, trima kasih

salam pak Tony,
Saat ini saya hendak menempati rumah dr org tua, dengan surat tanah garapan & akte jual beli. Dengan LT 120m LB 80m.
Pertanyaannya, bagaimana kekuatan dokumen diatas dan jika saya hendak upgrade menjadi sertifikat bgaimana prosedur & estimasi biaya.?
Terimakasih seblumnya atas perhatiannya..

To bpk/ibu ancalee
Salam juga. Maaf sy baru membalas komentarnya, karena msh berkaitan dgn masa liburan.

1) Untuk pertanyaan pertama mengenai IMB rmh baru atau rmh seken. Seharusnya pada saat membeli rumah seken pertama kali sudah diurus IMBnya.Dan saat akan renovasi, diurus IMB renovasi-nya. Hal tersebut sudah menjadi keharusan.Karena IMB diurus seharusnya sebelum pekerjaan dilakukan.Kecuali untuk IMB rumah seken. Nah... jika sudah terlanjur, lebih baik diurus langsung untuk IMB rumah seken saja. Namun harganya bisa menjadi mahal, mungkin sekitar 2 s/d 5 juta lebih mahal, tergantung presentase NJOP nya. Sebab jika diurus IMB rumah baru, bangunan rumah sudah berdiri. Padahal sejatinya bangunan didirikan setelah ada IMB, maka ada kemungkinan akan dikenakan denda.Besarnya denda ini,tergantung apa saja yang telah dilanggar, dan lokasinya. Jadi ada kemungkinan biayanya sama saja dengan IMB seken.
Sekali lagi mungkin lebih baik dikonsultasikan dengan pihak yang mengerti betul diarea tersebut, jadi bisa keluar hitung-hitungan jumlah biaya dari kedua alternatif tersebut.

2) Untuk proses balik nama saya rasa jawaban saya sama persis dengan notaris anda. Terkadang kembali lagi pada pemda-pemada dimana anda mengurus sertifikasi tersebut, ada juga tempat yang membutuhkan waktu cukup lama, bahkan sampai 3 bulan. Jadi bersiaplah untuk menerima berbagai macam alasan soal waktu yang mundur dari yang direncanakan. Biasa molornya waktu, terjadi saat pengecekan surat di badan pertanahan.
Selamat mengurus IMB.

benar benar nice info...semoga dibalas pahala ya bos Tony

saya mau tanya mungkin bos tau...saya sedang mau beli rumah hampir jadi tapi saya takut tertipu suratsurat rumah..maklum urusan jual beli rumah saya benar benar buta bos....datadata rumahnya seperti ini...

- Luas Tanah 38m2
- Surat Tanah SHM
- 1 Ruang Tamu
- 1 Kamar Tidur
- 1 Dapur
- 1 Kamar Mandi
- imb ga ada

pertanyaan saya...apakah bisa SHM didapat tapi ga ada IMB-nya....dan legal atau ilegalkah itu...

terimakasih sebelumnya
aris kurniawan
angryberlandia@yahoo.com

Pak Tony yg ganteng.. Saya mau tanya tentang IMB nih. Orang tua saya beli rumah tua di daerah TMII, seluas +/- 1000m. Menurut keterangan pak RT, rumah di area situ sudah dibebaskan dari IMB. Karena mau renovasi, daripada ada masalah Bapak saya ngurus IMB ke kecamatan. Sorenya orang kecamatan dateng minta duit sktar 28 juta untuk pengurusan IMB. Apakah itu harga yg wajar? Kira-kira apa maksudnya dibebaskan dari IMB itu ya pak. makasih ya pak.

To Bpk Aris Kurniawan
Wah… kalau buta soal jual beli rumah, harus ada yang memandu donk pak… 
Salah satu tips aman adalah, sebelumnya, carilah notaris. Lalu cobalah konsultasikan dengannya mengenai tahap2 yang harus anda jalani.
Jika surat tanah sudah SHM tentu tak masalah. Jika tidak ada IMB, juga tidak masalah, selama kita membeli dengan hard cash (tunai) namun jika akan mengajukan kredit ke Bank maka IMB harus ada, sebagai dasar penilaian nilai jual atas tanah dan rumah tersebut.
Nah… kalo soal legal dan illegal, sebaiknya minta bantuan notaries… notarislah yang akan melakukan pengecekan atas keaslian surat tanah dan bangunan, PBB, dan atau IMB. Lalu saat transaksi, notaries yang akan mempersiapkan surat-surat legal mengenai pemindahan hak atas tanah tersebut dan notaries juga yang akan mengurus balik nama.
Pasti bertanya soal biaya deh… hehehe, seperti saya sampaikan tadi, konsultasikan dulu dengan notaries… jika ada biaya, ya… memang itu yang harus dikeluarkan, akan sebanding dengan keamanan proses transaksi pembelian. Jika tidak pakai notaries juga bisa, namun resikonya akan sangat besar.
Semoga Membantu

To Aremania
Wah… luas juga ya s/d 1000 m. Hanya saja itu ukuran rumah atau ukuran tanah?
Sedikit yang sy tahu tentang pembebasan atas IMB. Pengertiannya adalah, bangunan-bangunan lama yang ada dan telah berdiri dalam kurun waktu tertentu, diberi kebebasan dari kewajiban pembuatan IMB atas rumah tersebut. Namun jika akan dilakukan renovasi tentunya harus dibuat IMBnya (IMB renovasi). Kecuali jika renovasi yang akan dilakukan sebatas perbaikan tanpa adanya perluasan luas rumah dan perubahan total tampilan rumah. Tidak perlu mengajukan IMB.
Untuk harga Rp 28 juta, saya tidak bisa beri pencerahan apapun, karena infonya juga terbatas, seperti pada awal sy sampaikan, 1000m itu luas lahan atau luas rumah?. Jika luas rumah, harga itu sudah sepantasnya. Namun jika 1000m itu luas tanah, sy tidak tahu berapa luas rumahnya… Lebih baik minta rincian biaya yang akan dikeluarkan. Jika ada keraguan, tanyakan saja kepentingan atas biaya2 tersebut. Jika ada item pelanggaran, kita bisa protes, karena daerah tersebut telah dibebaskan dari ngurus IMB.
Semoga membantu.

Good day Pak Tony,

Sebelumnya perkenalkan, nama saya Arya. Berkaitan dengan info dari bapak, ada beberapa hal yang mau saya tanyakan soal IMB.

Belum lama ini saya membuka kantor di daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur. Karena kantor saya memerlukan internet, saya mendirikan sebuah tower model triangle 20cm dengan ketinggian 4 stacks (per stack @5m) dari lantai 2 kantor saya. Jadi total ketinggian dari tanah sekitar 25m. Kabel2 penahannya semuanya ditarik ke sekitar kantor agar aman dan tidak mengganggu tetangga sekitar.

Karena saya awam dengan perijinan, jadi waktu tower didirikan saya tidak melakukan tindakan legal apapun berkaitan dengan tower tersebut. Namun setelah tower didirikan, saya mendapatkan teguran dari RT setempat karena pihak RT mendapatkan laporan (complaint) dari warga setempat bahwa mereka belum mendapatkan informasi apapun mengenai pendirian tower tersebut. Memang saya akui itu memang salah saya karena saya belum meminta ijin dari RT/RW dan warga setempat. Cuma itu karena keawaman saya. Karena itulah saya bertanya kepada bapak agar tidak terjadi kesalahan lagi.

Sebagai tambahan teknis, tower tersebut digunakan untuk internet dengan menggunakan antenna pengarah serta dilengkapi dengan penangkal petir. Tidak menggunakan daya listrik karena yang dibutuhkan hanyalah kabel UTP untuk network pengantar ke network. Tidak pula mengganggu signal HP, signal TV/radio dan kabel listrik PLN karena menggunakan freq yang berbeda.

Yang ingin saya tanyakan adalah sbb:
- apakah untuk mendirikan tower dengan kondisi tersebut memerlukan IMB?
- jika memang perlu, bagaimana cara mendapatkan ijin IMB untuk tower tersebut dan berapa biayanya serta berapa lama pengurusannya?

Demikian pertanyaan dari saya. Semoga bapak bisa memberikan pencerahan bagi saya dan para netters lainnya.

Terima kasih.

Arya

To Bpk Arya

Mendirikan tower antenna tetap harus berbekal IMB pak, karena akan berpengaruh terhadap tampilan lokasi sekitar. Jadi pembangunan Tower termasuk dalam kriteria yang membutuhkan Izin Mendirikan Bangunan, yang diatur di dalam
Peraturan Daerah Masing-masing. Baik itu Listrik (SUTET), BTS, maupun Broadband.

Nah kecuali orari pak. Kalau orari tidak perlu ijin, karena ijinnya sudah di backup sama organisasinya dan juga kepentingan untuk kemasyarakatan.

Mungkin lebih baik cari info di pemda setempat yang akan didirikan tower tersebut.

Standarnya aturannya sih... mengambil formulir dulu di dinas Tata Kota atau Pemda setempat, lalu diajukan dengan lampiran sebagai berikut:

1. Ada HO (Hinder Ordonantie)/Izin Usaha
2. Penanggungjawab orang atau badan usaha
3. Gambar Tower (Konstruksi dan instalasinya)
4. Izin warga sekitar
5. Izin Prinsip, AMDAL, (hanya untuk tower besar dan tinggi, dan juga jika dekat bandara harus ada izin dari Departement Perhubungan setempat.
6. Bayar Pajaknya (dihitung dari Volumenya)(Tiap Kota Bisa Berbeda
tergantung perda masing-masing) yang hitungannya : Luas X Tarif Dasar X
Koefisian (yang juga di atur oleh perda dan biasanya untuk kenaikan tiap 10
meter untuk tower maka koefisiennya pasti juga naik).

Nah dari situ jelas sudah, kenapa warga sekitar sampai komplain. Karena bapak tidak pernah mengajukan izin kepada warga sekitar, paling tidak RT dan RW. Mereka akhirnya bertanya itu antenna ada ijinnya nggak?... kok nggak pernah tanya warga.

Nah... lengkapi saja dulu pak kelengkapannya, baru ajukan ijinnya. Kalau cuman 5 m, nggak perlu ijin, tapi karena sudah 20 m, harus ada IMBnya. Kalau kisaran biaya kira2 Rp 3 jutaan. Itupun bergantung pada tinggi dan design antenna serta resiko Amdalnya.

Prosesnya paling hanya sekitar 2 minggu selesai. Itupun kalau lengkap datanya, kalau data lengkap, pastinya tidak perlu syarat lain.
Tapi kalau sudah berdiri duluan... hmmm, harus siap2 nego pak, karena pastinya ada biaya denda tuh... hehehe.
Selamat Merenovasi Ijin ya pak.. :)

Pak Toni,
Pencerahan yang membantu skali info di blog anda ini.

Mohon bantuan informasi mengenai hal berikut:
Saya berencana membeli rumah di daerah Jaksel, dengan LT 375, LB 300.
Status udah SHM, dengan IMB (WTM) luas bangunan tertera 120M.
tapi aktual dilapangan & di PBB, LB nya 300M.

Apakah IMB nya perlu di upgrade?

Trus..mengenai proses cek sertifikat, bebas sengketa, keabsahan pembayaran PBB, keabsahan IMB, proyeksi Perencanaan wilayah itu jangka panjang, apakah semua hal ini bisa dicek oleh notaris?
Proyeksi perencanaan wilayah ini penting buat saya, karena lokasi dekat dengan cagar budaya. Takutnya pemerintah punya rencana buat bebasin seluruh area tsb.

Trus..buat menentukan notaris itu kredibel & terpercaya tidak bodong gimana Pak?

Trims,
-DOCA-

thx untuk infonya yang bermanfaat,

Pak Toni, saya mau bertanya mengenai masalah berikut:

Ayah saya membeli rumah dengan luas tanah 90m2 di perumahan KPR BTN dengan kondisi bangunan rumah masih asli. Kemudian ayah saya berencana ingin membangun rumah tersebut menjadi 2 lantai sehingga bangunan yang lama ingin dibongkar/dihancurkan.

Apakah ayah saya harus membuat IMB yang baru atau tidak?

klo membuat IMB baru pilih yang mana? IMB Renovasi atau IMB Rumah baru.

terimakasih,
Bambang

Wah Pak Tony, info2nya sangat berguna. Pak Tony saya mau bertanya, saat ini saya sudah membeli sebuah bangunan ruko di jakarta selatan dengan status sertifikat hak milik, dan telah menyelesaikan segala kewajiban saya dan telah melakukan akta jual beli di hadapan notaris. Yang menjadi permasalahan adalah ruko tersebut adalah tidak memiliki imb, dan saya hendak mengurus imb nya. Berdasarkan pbb per tahun 2011, luas tanah 103 m2 dan bangunan 100 m2. ruko tersebut berdasarkan buku tanah didaftarkan tahun 1984 dan pada tahun 1992 pemilik sebelum saya sudah mendapatkan ganti rugi dari pemda dki, karena adanya pelebaran jalan. lokasi ruko berada tepat dipinggir jalan raya, dan saat ini masih memiliki halaman depan sepanjang 4 meter. Tampak luar ruko dari jalan adalah bangunan 2 lantai, dengan atap seperti beton. Namun bangunan sesungguhnya adalah bangunan dengan bentuk 2 lantai setengah. Dengan pengertian bangunan lantai 1 seluas +- 4 m X 15 m, lantai 2 juga sama 4m X 15 meter dan ada lantai 3 namun dengan luas hanya sekitar 4 m X 8 m. Lantai 3 pun sudah terbuat dari cor beton. bangunan pada lantai 3 tidak terlihat dari jalan raya. Namun lucunya pada bangunan lantai 3, diluar kamar tersebut masih terdapat sisa ruangan terbuka 4 m X (15-8 m) atau sekitar 28 m2 yang bentuknya merupakan genteng dari lantai2 bukan cor beton seperti ruko pada umumnya, namun sekali lagi dari luar jalanan tidak terlihat apakah itu genteng atau merupakan cor beton, karena dari luar bentuknya hanya bangunan ruko dengan 2 tingkat. Yang menjadi pertanyaan saya, saat ini saya hendak merenovasi ruko, tanpa merubah bentuk luar sama sekali, dan saya berkeinginan untuk men-cor genteng tersebut dengan beton, sehingga dengan demikian saya bisa mendapatkan ruang terbuka baru. (tidak saya buat bangunan). IMB hendak saya buat, tapi saya bingung mungkinkah saya bisa mencor atap dari lantai 2 dengan beton, juga IMB yang saya akan saya buat sebaiknya IMB rumah lama atau IMB renovasi. Berapa kira2 biaya pembuatan IMB tersebut, Sama saya mau menanyakan satu hal lagi, apakah sertifikat hak milik saya, yang diterbitkan oleh Depdagri (karena bangunan lama) harus digantikan dengan sertifikat yang diterbitkan oleh BPN, karena saya ada mengagunkan satu buah sertifikat keluaran Depdagri, namuno oleh bank yang bersangkutan saya diwajibkan untuk mengganti sertifikat tersebut dengan keluaran BPN, padahal saya sempat menanyakan hal tersebut ke notaris rekanan bank yang bersangkutan, namun jawaban dari notaris tersebut ke saya secara pribadi, dinyatakan tidak wajib karena peraturannya sudah dicabut. Terima kasih banyak Pak Tony

To DOCA

Langsung saja ya..., jika luas bangunan yang tertera di IMB tidak sesuai dengan kondisi lapangan (lebih luas), maka sudah semestinya di upgrade. Keperluan IMB tsb jika kita akan menjual rumah itu lagi. Jika belum, kita bisa menundanya, namun jika suatu saat akan dibuat, kemungkinan akan ada biaya denda.

Untuk hal kedua, sudah pasti notaris bisa melakukan pengecekan sertifikat, bebas sengketa, keabsahan pembayaran PBB, keabsahan IMB, proyeksi Perencanaan wilayah itu jangka panjang, dan lain-lain. Yang pasti memerlukan biaya tentunya... hehehe. Hal tersebut untuk menjamin validitas surat-surat berharga yang diperlukan dalam proses transaksi nantinya. Jika tidak valid, kenapa memaksakan diri untuk membelinya... tul nggak? :)

Untuk mencari notaris yang kredibel itu sebenarnya mudah, cari rekomendasi dari teman atau keluarga, atau rekomendasi dari bank. Tanya saja kepada bank tempat anda menabung, notaris mana yang sering membantu proses perkreditan rumah.... kalo bank saja sudah percaya, kenapa kita tidak, toh kita percaya juga sama bank kita... ;)
Semoga membantu

To Bpk Bambang

Hmmm... ada sedikit pertanyaan untuk masalah bapak ini. Denah lt.1 nantinya apakah masih mirip dengan denah awal. Kalo masih mirip dengan denah awal, lebih baik mengajukan IMB renovasi, walaupun rumah lama akan dibongkar habis.

Namun jika denah lt dasar yang baru jauh berbeda dengan denah baru, sudah pasti bapak akan diminta untuk membuat IMB baru. Karena denah baru dalam pengurusan IMB renovasi akan dibandingkan dengan denah lama. Namun jika lokasi rumah tidak akan dilakukan pengecekan, ya.... bisa diurus IMB renovasi.(kembali lagi pak, bergantung kebiasaan Pemda masing-masing lokasi). IMB baru tentunya lebih mahal dibanding IMB renovasi.
Semoga Membantu

To Bpk Wong Th

Waah... panjang sekali infonya. Bagi saya sudah cukup jelas permasalahan bapak. Kalau menurut saya bapak sebaiknya mengurus dulu IMB rumah lama. Setelah itu baru mengurus IMB renovasi. Karena bangunan ini ruko, sudah pasti dekat dengan jalan ramai dan tidak luput dari pengawasan pemda di lokasi tersebut.
IMB rumah lama nantinya menjadi dasar pembuatan IMB renovasi. Namun dibeberapa Pemda, hal tersebut bisa dilakukan bersamaan supaya prosesnya tidak terlalu lama.

Kalo biayanya....?? saya kurang tahu pak, banyak bergantungnya (bergantung pemda masing2, bergantung masing2 pejabat, dan bergantung juga dengan jabatan kita). Saya terus terang angkat tangan kalo besaran biaya, biaya resmi dengan kenyataannya bisa berbeda 300 %.
Yang pasti jika meminta percepatan, tentunya ada biayanya lagi. (biasalah hal-hal seperti itu). Saran saya, cari alternatif second opinion, cari yang paling murah... atau hubungan langsung dengan pejabat utamanya... yang pasti jangan ke calo... :)

Soal sertifikat dari depdagri atau BPN, menurut saya... ikuti saja persyaratan bank yang bersangkutan, karena jika syarat tidak dipenuhi... pastinya akan menjadi kendala saat akan mengagunkan. Terlepas dari sudah dicabut atau masih berlakunya peraturan tersebut. Kalo bank memintanya sebagai syarat, lalu kita bisa apa?... paling hanya bisa memenuhinya.
Semoga membantu

Pak Tony, terima kasih banyak yah untuk infonya. justru mengenai biaya yang saya sedang coba atur matang2, karena yah bapak juga tau birokrasi di sini seperti apa. Salam untuk Bapak, Blog ini top banget :)

P Tony
sy pnya rmh type 38 dan sdh ada imb nya,taun lalu sy renovasi jd bertingkat (2 lantai)nah...sy ingin mengajukan imb yang baru...tapi bangunannya sdh jd...kira2 bisa gak ya??..kalo bisa mahal gak?

tks
ari

Share saja, saya baru aja ngurus IMB di BPPT Kota Bekasi.Kena biaya 1.2 Jt, renov dari luas bangunan 36 M2 menjadi bangunan 2 lt luas 85 m2. IMB saya urus bersamaan dengan mulai renov rumah, alhasil petugas tata kota yang mengirim peringatan sampai 2 kali tentang masalah IMB bisa diatasi.

mau nanya,,,

klo bikin lapangan futsal surat izin mana yg harus d miliki,,

pa perlu juga izin mendirikan bangunan,,?

trima kasih,,

Siang pak Łony,
Sy mau ty nih mengenai imb. Sy awal bl rmh itu type 50 dg luas tnh 108m2. Kemudian rmh tersbt sdh sy renov menjd 2lt. Full atas bawah tanpa ada sisa tanah kosong diblkg hanya didpn saja ada sdkt taman. Sdgkan mnrt info yg sy dgr hrs ada space tnh kosong disamping kiri kanan dan depan belakang. Jd yg ingin sy tykan bgmn menggbrkan denah yg sesuai dg peraturan sdgkan rmhnya sdh jadi? Dan bgmn mengurus imb-nya dlm kondisi spt rumah saya yg sdh selesai direnov? Mohon solusinya dan Trm ksh sblmnya

Apa kabar tony..., makin mantab nih.... Mo nanya ttg buat imb, gw mao renov rumah di PA tp rumah sebelumnya tidak ada imbnya, bagaimana ya ngurusnya & kemana ya? Thanks ya Ton...

DEby GANteng

Malam pak mau tanya nih kalau beli rumah second kadang tidak ada imbnya itu aman tidak kita beli?
terus kalau kedapatan imbnya hilang bisa tidak kita minta copy nya di tatakota?biasanya kena biaya berapa ya?mohon pencerahannya sudah pusing nih ...

To Bpk Rusiwan

Untuk problematika bapak jawabnya bisa pak. Yang pasti bapak akan mengajukan IMB renovasi. Karena imb lama bapak sudah tercatat di pemda, jadi nggak mungkin membuat imb rumah baru. Nah.... karena rumahnya sudah berdiri, maka biaya denda tentunya tidak terhindarkan. Apalagi kalau denah baru ada yang tidak sesuai dengan perijinan, tentunya akan ada biaya denda. Namun besaran biaya saya kurang mengerti letak lokasi bapak. Bisa tanyakan langsung dengan pihak terkait, dan cari second opini pak... supaya bisa pilih-pilih biaya yang termurah. Semoga Membantu

To Bpk Ari dan Ibu Sianty

Untuk mengurus IMB bisa dilakukan dikemudian hari. Namun seperti share diatas, bahkan pada saat merenov saja sudah dilakukan tindakan teguran dari pemda terkait. Walaupun ijin sedang diurus. Nah... bagaimana dengan yang sudah berdiri? tentunya ada biaya dendanya. Karena seharusnya bangunan belum bisa berdiri karena belum berijin. Sebaiknya tanyakan saja dulu ke pihak terkait, seakan-akan kita akan mengajukan IMB renovasi. Supaya kita tahu harga dasar perijinannya. Tentunya siapkan denah awal dan denah barunya sebagai acuan. Setelah tahu harga dasar IMBnya, baru tanyakan harga jika bangunan telah berdiri. Dengan demikian semoga saja harga denda tidak jauh melambung... karena harga dasarnya sudah kita ketahui... hehehe. Semoga membantu

dear pak Tony yg baik,
koq pertanyaan saya diatas nda dijawab? :(
mengenai status rumah diatas tanah garapan + akte jual beli dr notaris..

Maaf sekali pak Rully, sebenarnya sy sudah post komentar atas post dari bapak. Namun memang saat itu terburu-buru, jadi mungkin belum masuk ke dalam komentar blog ini. Berikut saya bahas lagi.

Pensertifikatan tanah girik tersebut dalam istilah Hukum tanah disebut sebagai Pendaftaran Tanah Pertama kali . Pendaftaran tanah untuk pertama kalinya untuk TANAH GARAPAN, dalam prakteknya prosesnya dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Mendapatkan surat rekomendasi dari lurah/camat perihal tanah yang bersangkutan
2. Pembuatan surat tidak sengketa dari RT/RW/LURAH
3. Dilakukan tinjau lokasi dan pengukuran tanah oleh kantor pertanahan
4. Penerbitan Gambar Situasi baru
5. Pembayaran Bea Perolehan Hak Atas tanah dan bangunan sesuai dengan luas yang tercantum dalam Gambar Situasi
6. Proses pertimbangan pada panitia A
7. Penerbitan SK Pemilikan tanah (SKPT)
8. Pembayaran Uang pemasukan ke negara (SPS)
9. Penerbitan Sertifikat tanah.

untuk proses pensertifikatan tanah tersebut hanya dapat dilakukan jika pada waktu pengecekan di kantor kelurahan setempat dan kantor pertanahan terbukti bahwa tanah tersebut memang belum pernah disertifikatkan dan selama proses tersebut tidak ada pihak-pihak yang mengajukan keberatan (perihal pemilikan tanah tersebut). Apabila syarat-syarat tersebut terpenuhi, maka proses pensertifikatan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 6 bulan sampai dengan 1 tahun.
Semoga Membantu

dear mas tony,
sy ingin membeli rumah di perumnas III di cengkareng timur, LT:72m LB:21m, hanya rumah tsb sekarang sudah direnovasi sehingga LB:70m.
yg ingin sy tanyakan :
1. apakah bermasalah dgn pemda di kemudian hari jika sy membeli rmh itu. jika penjual hny memiliki imb standard ( LT:72m,LB:21m)
2.apakah sy harus mebuat imb renovasi lg, jika iya berapa biayanya ( mengingat rmh tsb sdh direnovasi sejak 4th yg lalu )& apakah ada denda ?
3.penjual hny ingin membayar pajak penjual menurut pbb lama (LB:21m) apakah itu betul ?

mohon infonya, sebelumnya sy mengucapkan byk terima kasih....
rosa

alo pak tony mo nanya, saya hendak membeli rumah di komplek perumahan lama, tetapi ternyata kata penjualnya imb nya hilang. pertanyaan saya : bagaimana dan dimana mengurus duplikat/legalisir imb yg hilang di daerah jaksel? berapa biayanya? syaratnya apa saja? sebagai info penjual hanya mempunyai SHGB dan Pbb nya 3 tahun terakhir belum di bayar. mohon infonya, thanks

salam mas tony,
yayasan saya mau mendirikan rumah bersalin yg dulunya adalah rumah tempat tinggal, jadi rumah itu di renovasi menjadi rumah bersalin, apa itu perlu membuat IMB baru? Biaya IMB rumah sama rumah bersalin itu apa berbeda dari segi biayax? Kira2 butuh dana berapa untuk mengurus IMB rumah bersalin? Terimakasih...

Salamm sejahtera Mas Tony tetangga saya bangun rumah 2 lantai total bangunan 100 M2 diatas tanah 54 M2 berapa IMB yang harus kita bayar
Terimakasih-Irfan

Dear Pak Tony,

Saya ingin minta saran pak Tony, saya lg renovasi rumah seluas 600m2..saya ingin tahu brp biaya IMB renovasi nya yg sepantasnya saya harus bayar?karena saya disuruh bayar 40jt...mohon petunjuknya pak Tony..terima kasih

Selamat sore pak tony,
Sy beli tanah di sebelah rumah sy di perumahan. Dr pihak developer menyatakan bahwa bila tdk ada IMB maka hanya bisa HGB saja karena sdh aturannya spt itu. Apakah hal tsb benar ? Bila ya, diatur dimana kalo utk meningkatkan ke SHM harus ada IMB dulu ? Yg sy tau dr HGB bisa lgsg ke SHM tanpa harus ada IMB dulu.
Mohon penjelasannya, terimakasih .....

salam pak toni...
saya ada temen mau buat IMB sebuah ruko yg dibangun thn 1986, Sebenarnya IMB ruko tsb sdh ada,,hanya saja mati...maklum katanya jaman dulu harus dperpanjang,,klo skr kan permanen...nah waktu ingin mengurus ulang...temen saya dimintai dana sebesar 50 juta....dulunya ruko tersebut berukuran 9x12,kemudian dipecah menjadi 4,5x12..cari calo sana sini dapat...yg lebih murah..nah skr masih ada masalah lagi kami di haruskan minta keterangan rekomendasi dari konsultan mengenai kekuatan bangunan tersebut,..skr temen saya masih bigung dgn syarat yg trkahir tsb..
mohon penjelasannya ya pak...trims

Semangat pagi pak tony,
Saya beli rumah 3 th yg lalu di bekasi, luas 80m2. Kami belum memiliki IMB atas rumah tersebut pak. Jika persyaratannya mengurus IMB itu hrs ada sertifikat, lalu bagaimana dengan rumah saya yang baru AJB saja belum ada sertifikat? bisakah mengurus IMB dengan adanya AJB saja? mohon pencerahan.

Numpang tanya pak Tony
Kalau dalam pengurusan IMB (bangunan sudah berdiri) tentu akan dikenakan denda, tetapi bila pengurusan saya batalkan apakah dampaknya rumah akan disegel ? Perlu saya tambahkan lokasi saya jauh dari jalan raya, tepatnya di perkampungan wilayah Depok.
Atas jawaban banyak terimakasih.

Salam Pak Tony,

saya mau tany untuk Pajak penjual dan Pembeli itu di itung dari nilai NJOP atau nilai harga jual, misal saya mau beli rumah second dengan harga rumah 400 juta, ternyata NJOP nya hanya 300 juta.. yang di hitung adalah dari harga 300 juta basedon NJOP atau 400 juta (dari harga jual)

BR//
Dedi

Mas, sebelumnya salam kenal dari saya yang sedang ingin mencari tahu soal perizinan pembangunan rumah. saya mao tanya satu hal, kalo kita mengajukan pembuatan sertifikat dari akte jual beli, apakah akte asli kita akan diambil oleh BPN atau akan dikembalikan lagi setelah SHM jadi ?

terima kasih sebelumnya.

Salam,

Assad Sadulloh
assadazra@yahoo.com

To Ibu Rosa

Menjawab pertanyaan ibu rosa, sebelumnya saya minta maaf karena sudah lama sekali saya tidak update komentar di blog ini, karena konsentrasi saya pada pekerjaan dan proyek yang saya pegang. Walaupun sudah lama sekali, saya akan tetap menjawab pertanyaan ibu, siapa tahu diantara pembaca blog saya memiliki permasalahan yang sama.

1. Jika rumah yang akan ibu beli IMB tidak sesuai dengan kondisi yang ada, sudah menjadi kewajiban penjual untuk memenuhinya. Sebab hal itu sudah menjadi kewajiban penjual. Karena jika terdapat denda, maka hal itu sepenuhnya tanggu jawab pemilik sebelumnya.

2. Jika ibu yang mengurus IMBnya, sy kira akan sangat sulit dalam memberikan penjelasannya ke kecamatan nantinya. Kenapa baru sekarang IMBnya diurus, kemudian dendanya karena selama 4 tahun tidak diurus IMBnya. Apalagi ibu orang baru, bisa-bisa dikenakan biaya mahal nantinya. Belum lagi jika ada ketidaksesuaian bangunan dengan persyaratan GSB dan KDBnya, lebih besar lagi nantinya.

3.Kalau penjual hanya ingin membayar PBB sesuai dengan IMB lama ya itu sih memang ambil gampangnya saja. Lalu biaya pengurusan IMB siapa yang urus? Bagaimana jika pembelinya menggunakan KPR? tentunya transaksi akan sulit terwujud, karena Bank akan mundur secara teratur :) Semoga membantu

salam YTH bapak tony,
rumah orang tua saya dibeli 25 tahun yg lalu di jakarta barat dengan hanya mendapatkan akte jual beli notaris, IMB dan bayar PBB setiap tahunnya.
saya tahunya di akte notaris tersebut merupakan tanah kepunyaan tuan tanah yang sudah tidak tahu lagi rimbanya.
apakah bisa dibuat jadi sertifikat hak milik berdasarkan akte jual beli notaris, IMB dan bukti PBB ?

terima kasih,

mimi

Dear bp tony,4 bl lalu sy ambl pnjman d bank utk renov rumah sy tipe 36/76 d daerah bojongsari depok. skrng bangunan sdh beridiri 80%,krna kekurngn dana utk kelanjutan renov, sy berniat top up kredit dg mngajukan imb baru yg skrng seluas 150m. Dlihat dr postingan d atas mngkn pngajuan imb sy sudah kena denda ya? Kira2 brp ya total beaya n dendanya n brapa lama ya jadinya. Tks. Deana

To Bpk Joy

Pada prinsipnya status kepemilikan yang bapak punya bisa ditingkatkan menjadi hak milik. Hanya saja perlu diketahui, status tanah sebelumnya... Tanah Girik, Tanah Garapan, atau Tanah Pemerintah. Dari situ akan diperoleh jalur yang harus dilalui untuk meningkatkan status kepemilikan. Jika tanah yang bapak punya 25 tahun yang lalu dari tuan tanah, maka ada kemungkinan tanah tersebut tanah girik atau tanah garapan. Maka ada baiknya bapak meminjam surat tanah girik sebelumnya untuk meningkatkannya menjadi hak milik. Yang perlu menjadi perhatian adalah, apakan tanah tersebut sudah disertifikasi oleh pihak lain atau belum?... Mudah2an saja belum. Hal itu bisa bapak periksakan di kantor BPN terkait.... Mudah2an jawaban ini bisa membantu. Thanks

To Ibu Deana

Saya kurang jelas dengan keterangan ibu. Jika ibu merenovasi type 36/76 dan sudah terbangun 80 %, namun karena kekurangan dana maka ibu mengajukan IMB baru sebesar 150 m2. Jika bangunan belum berdiri seluas 150 m2 tentunya tidak ada dendanya... Denda terjadi jika bangunan sudah terbangun 150 m2 namun IMB dibawah volume dimaksud.
Jika yang dimaksudkan denda saat pengajuan IMB, atau tepatnya denda retribusi IMB, itu dipengaruhi oleh berapa besar pelanggaran persyaratan terkait dengan IMB itu sendiri, misalnya GSB, KDB, KLB, dan Sumur Resapan. Denda retribusi ini juga dipengaruhi lokasi dimana ibu membangun. Karena masing-masing PemDa memiliki kebijakan yang berbeda pula. Mudah2an cukup jelas... Semoga Membantu. Terima kasih

To Bpk/Ibu Anonim

1). Mengenai IMB rumah bersalin, fungsi rumah tinggal dengan rumah bersalin tentunya jauh berbeda, maka jenis IMBnya pun berbeda. Dengan konsekuensi harga IMB pun berbeda. Dan karena rumah bersalin prinsipnya adalah komersil, maka persyaratan pengajuannya juga berbeda.
Mengenai besarnya biaya IMB rumah bersalin yang akan dibangun, bergantung dari lokasi dan wilayah mana IMB bersangkutan, karena masing-masing PemDa memiliki kebijakan dan tarif berbeda-beda. Semoga Membantu

2). Membangun rumah 100 m2 ditanah 54 m2, tentunya ada pelanggaran persyaratan atas GSB dan KDB. Karena lahan terbua hanya tersisa 4 m2. Namun kembali lagi bergantung dari lokasi dan wilayah bersangkutan. Mengenai besarnya biaya IMB, coba disampaikan lokasi dimana rumah itu berdiri dan lebar dan panjang tanahnya, supaya bisa ketahuan denda retribusinya. Thanks

3).Rumah yang direnovasi adalah 600 m2, lalu berapa luas tanah yang ada di sertifikat? Hal itu berpengaruh terhadap nilai retribusi yang terhitung dalam pengurusan IMB nantinya. Jika tidak banyak pelanggaran yang terjadi, tentu tidak sebesar itu dendanya. Coba periksa lagi, peruntukan lahan yang dibangun. Apakah diijinkan dibangun 2 atau 3 lantai, GSB, KDB yang dipersyaratkan. Apakah bangunan sudah berdiri sebelum ada IMB? jika ya, lebih baik nilai denda bisa dinegosiasikan di pihak PemDa setempat, serta lakukan transaksi pembayaran di kantor pengurusan IMB tersebut misalnya di PU, karena PU lah yang menentukan besaran IMB. Semoga Membantu

Salam Kenal pak Tony,
Numpang tanya ya pak
Kalau dalam pengurusan IMB (bangunan sudah berdiri) tentu akan dikenakan denda, tetapi bila pengurusan saya batalkan apakah dampaknya rumah akan disegel atau dibongkar paksa ? Perlu saya tambahkan lokasi saya jauh dari jalan raya, tepatnya di perkampungan wilayah Depok.
Atas jawaban banyak terimakasih.

To Bpk Legimin Yahya

Maaf sekali pak, belum sempat saya jawab pertanyaan bapak. Bapak sudah memngirim komentar sama. Maaf sekali lagi kalau saya baru bisa menjawab.... hehehe.

Ya betul pak, jika bangunan sudah berdiri dan IMB belum ditangan, maka akan dikenakan denda. Lalu bagaimana jika pengurusan dibatalkan???.... hmmm

Hal itu bergantung pak, jika pembangunan yang bapak bangun tidak melanggar peraturan yang dipersyaratkan misalnya GSB, KDB, KLB, dan peruntukan lahan: maka proses hanya akan diberikan surat segel. Dan untuk mencabutnya bapak harus mengurus IMB dan sebelumnya membayar denda. Dan dendanya juga tidak besar.
Namun jika terjadi pelanggaran terhadap persyaratan tadi, maka dendanya juga besar.

Jika berkas belum masuk ke kantor pemda setempat, mungkin bapak bisa sembunyi-sembunyi dalam pembangunannya dan pengurusannya bisa bapak batalkan. Namun jika berkas sudah masuk, maka berkas tidak dapat dibatalkan... justru jika terjadi pembatalan maka pihak PemDa setempat akan curiga dan melakukan pemerikasaan ke lokasi...

Jika sudah mendapatkan surat peringatan pertama, lebih baik segera diurus pak... sebab jika sudah turun surat segel, hal itu mengikat dan biaya dendanya akan menjadi mahal.
Semoga membantu,

Mau tanya bpk,biaya urus imb itu dbyrkan di awal atau akhir pengurusan imb pak? Terimakasih jwbannya pak

Pagi p'tony, saya mau tanya :
apakah untuk membangun seperti garasi atau warung harus mempunyai IMB juga? jenis(kelas) bangunan garasi atau warung seperti apa yg harus pakai IMB? atau ada solusi lain selain IMB? karena mengingat bangunannya hanya digunakan sebagai warung atau garasi. mohon komentar bapak. terima kasih. yono-JAKSEL

To Hardiana

Pembayaran urus IMB itu dibayar duluan atau belakangan?... Jika kita urus sendiri, maka pembayaran IMB itu... ya saat kita sudah dapat rincian biaya retribusi IMB dari Pemda Terkait, maka wajib kita bayarkan sebagai syarat pengurusan IMB.... setelah itu kita tunggu 1 sampai 2 bulan, maka IMB resminya baru bisa turun. Sambil menunggu IMB resmi turun biasanya kita sudah dapat melakukan pekerjaan dengan memegang IP (Izin Pendahuluan).

Nah... kalau kita titip seseorang, entah orang dalam atau calo, maka kita kasih uangnya duluan. Dan biasanya kita nggak tahu tuh rinciannya berapa.... pokoknya tembak langsung biayanya sekian... Hehehe.

To Nunk

Pada prinsipnya setiap penambahan luas bangunan harus memiliki IMB. Apalagi perluasan dilakukan ke depan area bangunan. Namun, itu pun bergantung dari desain dan bentuk tambahan bangunan yang akan dikerjakan.

Jika bentuk bangunan semi permanen, biasanya cukup dengan pemberitahuan ke dinas terkait (kelurahan setempat saja). Atau kita bangun saja, jika ada pihak pemda mendatangi kita bisa bilang "kita hanya bangun untuk garasi mobil". Biasanya nanti ada biaya retribusi tertentu yang harus kita urus di kelurahan.

Namun jika bentuk bangunan permanen, maka diperlukan IMB. Jika tidak, maka bangunan yang dibangun adalah bangunan ilegal. Waspadalah jika sudah mendapatkan peringatan atau undangan untuk datang ke kelurahan. Lebih baik datang, biasanya akan menanyakan maksud penambahan bangunan tersebut.

Namun bergantung pula dari gaya Pemda setempat, jika pemda sekitar kita tidak ketat, maka IMB pun tidak menjadi keharusan... terutama jika bangunan berada cukup jauh dari kelurahan.
Selamat Merenovasi

Yth. Bpk.Tony A
Mohon pencerahan atas permasalahan saya, saya telah mencoba mengurus IMB untuk renovasi rumah. Adapun bukti kepemilikan tanah sudah dilengkapi dengan Sertifikat HGB. Setelah menghubungi pihak Tata Kota Kecamatan, disampaikan bahwa diatas tanah saya tersebut tidak diperkenankan untuk dibangun dalam bentuk bangunan apapun karena statusnya adalah Taman Pekarangan. Sedangkan kondisi riil saat ini di lingkungan sekitar tanah saya tersebut sudah dipadati dengan bangunan permanen dan diatas tanah saya pun telah dibangun rumah permanen sejak tahun 1983 (+/- 28 tahun). Apakah masih dimungkinkan untuk merubah status tanah Taman Pekarangan menjadi Wisma Sedang (WSD) agar dapat diproses pembuatan IMBnya?? bagaimana prosedurnya?? terima kasih.

salam Pak Tony, mohon infonya..
saya berniat membeli rumah yg ada IMB tahun 1992, krn kterbatasan dana pembangunan mereka hentikan. Kondisi skrang dak lt.2 sudah jadi tp kosong. Jk saya ingin renov/lanjutkan apa masih bisa pakai IMB lama atau buat IMB renovasi? kira2 brpa biayanya untuk daerah Jakarta barat? Luas tanah 224m2. terima kasih atas bantuannya.

Yth. Pak Tony, semoga senantiasa diberikan kesehatan.
Saya berniat merenovasi rumah tinggal di perumahan. Dari 1 lantai menjadi 2 lantai, catatan : denah lt 1 berubah total. Permasalahannya, sertifikat saya masih di Bank, mengingat saya beli rumah kredit. Lalu apa saya bisa mengurus IMB-nya mengingat persyaratan nya ada melampirkan fotocopy sertifikat.
Mohon infonya. Terima kasih

Tedy Kurniawan

Salam Pak Tony, saya hendak membangun perumahan murah diatas tanah seluas 1500m2.. Untuk rumah diharga 60 jtan.. Apakah masih ada keringanan pajak? Jadi pajak apa saja yg perlu saya bayar serta brp jumlahnya? Sebab kalau tidak ada pengurangan, jumlah pengeluaran semua pajak tersebut cukup membebani saya.. Mohon penjelasannya pak.. Terima kasih

trims infonya mas. lagi mikir2 cari rumah nie

To Bpk Akur

Sepertinya akan sulit untuk mendapatkan IMBnya tuh pak. Apalagi daerah bapak diperuntukkan sebagai Taman Pekarangan. Peruntukkan Taman Pekarangan diperkirakan karena status HGB tadi. Jika disana sudah terdapat pemukiman padat, perlu dipertanyakan apakah bangunan2 tersebut memiliki IMB atau tidak.

Kemungkinan status HGB perlu ditingkatkan menjadi SHM, baru status Taman Pekarangan bisa ditingkatkan menjadi WSD. Setiap kasus berbeda-beda pola pendekatan penyelesaiannya.
Semoga Membantu

To Kost W2 Slipi

Ada baiknya anda mengurus kembali IMB Renovasi, sambil menyertakan IMB awal yang pernah diurus tahun 1992. Jika berkas sudah lengkap dan retribusi renovasi tahun 1992 sudah dibayarkan. Maka anda paling tidak akan membayarkan retribusi lainnya, itupun jika desain tahun 1992 akan dilanjutkan. Jika berubah... maka anda harus mengajukan gambar baru, dan retribusi 1992 tidak berlaku.
IMB barunya nanti akan disesuaikan dengan gambar terbarunya. Dan tentunya anda akan mendapatkan surat ijin pembangunan.
Selamat Merenovasi

To Teddy Kurniawan

Jika syaratnya harus menyertakan fotokopi sertifikat, sedangkan sertifikat sedang diagunkan ke bank, maka bapak perlu meminta fotokopi ke bank untuk mendapatkannya. Sekaligus memberitahukan kepada bank perihal akan adanya renovasi terhadap bangunan anda yang telah diagunkan ke bank tersebut.

Sebab, jika renovasi telah selesai. Maka anda bisa mengurus perubahan volume bangunan yang diajukan ke bank sebelumnya. Misal: Jika dahulunya rumah yang diagunkan senilai Rp 200 jt. Karena bangunan berubah volumenya, maka nilai yang diagunkanpun menjadi 2 kali lipat. Ada baiknya anda konsultasikan dengan bank anda tersebut perihal renovasi ini.
Selamat Merenovasi

salam pak tony, saya ingin membuat tingkat hanya 1 lantai saja, tapi tanpa nengubah bentuk dasar bangunan apakah itu harus membuat imb rennovasi/imb baru?

by krisna

info yg sgt detail..ditunggu updatenya lg pak

ribet kalau ga ada notaris..byk pihak yg mw cari keuntungan

salam,infonya sangat luar biasa pak tony
sy tinggal di perm....daerah cikarang bekasi,type rumah 21/60+hook 35 jadi di akta 21/95,rumah tlah di renov menjadi86/95 tanpa IMB renov dan rencana akan di tingkat seluas 40m.
yg saya tanyakan,untuk bangunan yg tlah di renov menjadi 86/95 harus bikin IMB renov?? dan buat yang rencana tingkat1lantai seluas 40m bikin IMB baru? atau bisa di satukan ga menjadi 1 IMB??.kira2 brapa biaya untuk membuat IMB saya dengan tinggi bangunan dasar 4m,lantai1 5m.(ada yg bilang tinggi bangunan jg dihitung).surat2 masih di BTN.
terimakasih,


by doni

NB: komentar 75 doni
maaf nyambung pak ada yang lupa....
saya harus mengurus kemana, pemda atau apa cukup di kelurahan,trus apa saja syarat yang dibawa dengan kondisi surat2 masih di BTN. terimakasih banyak pak

by doni

Pak Tony Yth, mohon tanya:
Saya memiliki tanah seluas 265m2 dengan bangunan rumah lama seluas 200m2 tanpa tingkat. Lokasi di Jakarta Timur. Namun saat ini SHM tanahnya masin atas nama kakak ipar.

Saat ini saya akan merenovasi rumah dan hanya membangun 110m2 dengan ditingkat menjadi sekitar 220m2 dengan harga pembangunan rumah rp 700 jt. Saat akan mengurus IMB, ´calo´memberi tarif rp 30jt. Pertanyaan saya:

1. Wajarkan jumlah tarif pengurusan IMB sebesar rp. 30 jt?

2. Berapakah sebenarnya prosentasi besarnya biaya pengurusan IMB dari harga tanah/bangunan?

3. Kalau saya ingin balik nama SHM dari kakak ipar ke nama saya atau isteri, kira2 berapa besar biayanya atau wajarnya berapa persen dari harga NJOP?

Mohon pencerahannya dan terima kasih sebelumnya.

muhaemnin

To Bpk Muhaemin

Mudah2an saya dapat memberikan jawaban yang memuaskan. Jika saya analisa dari komentar diatas. Luas rumah lama adalah 200 m2. Dan yang direnovasi adalah 110 m2 ditingkat menjadi 220 m2. Jika demikian maka rumah yang akan terbangun total menjadi 310 m2 diatas tanah 265 m2.

Dengan luasan tanah sebesar 310 m2 maka calo bapak mengajukan tarif 30 jt, dengan asumsi sy perkirakan Rp 100rb per m2. Namun hal itu belum mutlak. Jika bangunan awal adalah 200 m2 dan luas tanah adalah 265 m2, maka dari situ saja sudah terjadi pelanggaran atas volume terbangun. Persyaratannya adalah volume terbangun adalah 60% atau luas tanah tersisa sebesar 40%. Sedangkan volume yang bapak punya adalah 20 % lahan tersisa.

Dan jika luas tanah yang bapak punya adalah 265 m2, maka pengurusan ijin tidak dilakukan di kelurahan setempat melainkan di BPN. Sebab persyaratannya adalah kelurahan hanya menangani IMB samapai dengan luas tanah 250 m2.

Dari dua hal tersebut ada kemungkinan terjadinya biaya tinggi atas IMB yang bapak urus. Namun jika besarnya sampai Rp 30jt saya rasa masih terlalu tinggi. Lebih baik bapak minta perincian atas biaya-biaya tersebut. Sebab jika IMB rumah 100 m2 saja bisa selesai dengan Rp 3,5 jt s/d Rp 5 jt. Maka setidaknya biaya untuk rumah 310 m2 setidaknya sebesar 15 jt. Itupun jika tidak terdapat pelanggaran yang membutuhkan adanya biaya denda dan retribusi lainnya. Lebih baik serahkan pengurusan pada orang dalam, dan pastinya urusan IMB bapak hanya dapat dilakukan di BPN.
Semoga Membantu

Mas, boleh tanya:

saya ada rumah yang sudah di renovasi tapi IMB nya masih mengacu pada bangunan lama. sebaiknya bagaimana ya?

kalau saya urus sekarang apakah menajadi pertanyaan aparat terkait?

luas bangunan sekarang mencapai 60m2 sedangkan IMB masih tipe 21 pak. kurang lebih 40m di lantai 1 dan 20m untuk lantai atas.

mohon pencerahannya

Terimakasih

To Bapak Sugiharto

Akan saya coba menjawab pertanyaan bapak, mudah2an bisa banyak membantu. Saya asumsikan bahwa pada saat merenovasi bapak tidak mengurus IMB. Pastinya akan menjadi pertanyaan oleh pihak terkait jika bapak coba mengurus dan menanyakannya ke Pemda setempat.

Pastinya ada denda terkait pelanggaran ini, namun besarannya saya tidak bisa menjabarkan. Perhitungan bisa dihitung berapa lama renovasi telah dilakukan. Dan pelanggaran2 apa lagi yang telah terjadi, apakah ada pelanggaran terhadap KLB dan GSB.

Semua itu kembali lagi ke kebijakan masing2 pemda. Bapak bisa mengurus IMB Renovasi, seakan-akan rumah belum mengalami renovasi atau bisa menggunakan jalur IMB rumah lama. Namun jalur IMB rumah lama sepertinya akan jauh lebih mahal ketimbang IMB renovasi, karena IMB baru volume terhitung adalah volume keseluruhan terbangun, sedang IMB renovasi adalah volume yang menjadi penambahannya saja yang dihitung biaya retribusinya.

Semoga Membantu

dear pak tony blog anda sangat membantu
pak tony saya chrisno di surabaya, saya mau tanya utk
1.pengurusan imb yang hilang ?
2.bagaimana caranya?
3. saya harus kemana aja?
4.dan persyratan apa aja yang saya harus siapkan ??
trims..

Selamat pagi Pak Tony,

Informasi yang bapak sampaikan sangat membantu saya yang sedang dalam proses pembuatan IMB.

Saat ini saya berencana untuk membangun rumah dengan luas bangunan +/- 295 m2 (2 lt) diatas lahan 540 m2.

Rencana pengurusannya dilakukan sendiri.

Berdasarkan informasi Pak Toni dikatakan bahwa pembayaran harusnya baru dilakukan pada akhir namun saya belum2 sudah dimintakan biaya 5 juta buat proses pengukuran.

Sebenarnya berapa biaya yang wajar untuk pengurusan pembuatan IMB atas pembangunan rumah saya ini ? (biaya pengurusan sendiri dan biaya melalui calo)

Wass
Arfy Frisnanto

selamat siang pak. tony....

Pak rencananya saya akan membangun rumah yang lokasi di jakarta selatan. rumah akan dibangun diatas tanah 10x17 = 170 m2 dan akan dibangun sekitar 215m2(2lantai).

saya akan mengurus IMB, kira2 brp biaya yang harus saya keluarkan untuk mengurus IMB tsb....sedangkan yang saya ketahui BIAYA IMB = LUAS BANGUNAN X HARGA RETRIBUSI PER M2

mohon pencerahannya pak.
trims.

erry

Dear Pak Tony,

mau nanya seputar IMB :),
saya sedang mengurus take over kredit rumah seken ke bank, dan ternyata permohonan saya tersebut ditolak dengan alasan nomor IMB saya berbeda dengan SHM nya (IMB tidak menunjukkan ke SHM yang ada).
Yang saya bingung, IMB dan SHM ini sudah berhasil lolos di bank sebelumnya (milik pemilik lama), tapi kenapa di bank yang baru ini malah gagal yah?

Kira kira untuk mendapatkan surat pernyataan bahwa IMB ini benar merujuk ke SHM yang ada bisa diurus dimana yah Pak? (dan apakah dikenakan biaya lagi utk mengurus ini?)

karena kalau harus mengurus IMB dari awal lagi, saya takut akan membutuhkan biaya yg lebih besar lagi.

mohon masukannya pak,

Malam pak mau tanya nih kalau beli rumah second kadang tidak ada imbnya itu aman tidak kita beli?
terus kalau kedapatan imbnya hilang bisa tidak kita minta copy nya di tatakota?biasanya kena biaya berapa ya?mohon pencerahannya sudah pusing nih ...

malam pak Tony mo nanya : saya hendak membeli rumah di komplek perumahan lama, tetapi ternyata kata penjualnya imb nya hilang. pertanyaan saya : bagaimana dan dimana mengurus duplikat/legalisir imb yg hilang? Berapa biayanya? syaratnya apa saja? sebagai info penjual hanya mempunyai SHGB dan Pbb nya 3 tahun terakhir belum di bayar. mohon infonya, thanks

Malam pak mau tanya nih kalau beli rumah second kadang tidak ada imbnya itu aman tidak kita beli?
terus kalau kedapatan imbnya hilang bisa tidak kita minta copy nya di tatakota?biasanya kena biaya berapa ya?mohon pencerahannya sudah pusing nih ...

By : Tony

Sore Pak Tony.

Begini saya membeli rumah di perumahan dengan cash. Namun belakangan saya baru tahu kalo surat2nya bermasalah. Sudah 1 tahun ini masih proses sertifikat (dari Sertifikat Waris sudah balik ke SHGB Developer dan sudah pecah menjadi SHGB pecahan).
Nah yang membuat bingung, adalah untuk menghemat biaya, developer membuat rumah saya dan sebelah menjadi 1 IMB (artinya entah rumah saya atau sebelah yang ga dibuatkan IMB).Hal ini terjadi pada 16 rumah dari sekitar 50 rumah di perumahan.
Bisakah nantinya SHGB pecahan sesuai IMB/siteplan (SHGB rumah saya&sebelah jadi satu) dapat dipecah lagi menjadi SHGB rumah saya dan SHGB rumah sebelah?
Juga apakah IMB pecahan (apabila nanti dipecah) dapat direvisi/dipecah menjadi 2 IMB untuk IMB rumah saya dan IMB rumah sebelah?
Bagaimana cara untuk mengurusnya (tahapan2nya) dan berapa estimasi biayanya.

Sebagai info rumah tipe 22 (IMB 30,6m2), Luas Tanah 60m2. NJOP 49rb/m2.

Mohon bantuan Bapak.

terima kasih pak tony, blognya sangat membantu sekali.

saya terlanjur membangun rumah namun tanpa IMB.
hal ini karena calo yg mengerjakan belum selesai membuatnya, karena sudah ada jaminan dari camat, tidak apa apa katanya.
ketika Pembangunan rumah sudah berjalan 60%, datanglah oknum p2b meminta uang tutup mata yang sangat besar, dan mengancam akan merobohkan rumah saya karena tidak sesuai ketentuan..
apa yang harus saya lakukan..?? saya sudah terlanjur tidak percaya dengan calo itu, pengen ngurus imb sendiri..kemana saya harus melangkah untuk pengurusan IMB terlanjur bangun..??

terima kasih pak tony...

selamat pagi pa tony. sy mau tanya . sy sedang mau membeli rumah secara kpr. rumah kecil/petak luas nya 27m2.sertifikat +imb ada tapi belum dipecah sm pemilik rumah. pihak bank meminta sy memecah dulu sertifikatnya. pertanyaan sy apakah imb nya juga perlu dipecah untuk menegurus kpr?trims.Rian

Selamat pagi pa tony, saya mau tanya, sekarang saya baru beli rukan dan akan merenovasi rukan setinggi 4 lantai dan ketika saya mau mengurus imb, ternyata imb lama saya hanya 3 lantai sedangkan sekarang saya mau merubah imb saya menjadi 5 lantai , sedangkan saya harus menyelesaikannya bangunannya dlm wkt bulan ini. Ada saran ? Sekarang lagi dalam tahap pembangunan namun belum merubah struktur depan bangunan. Terima kasih. Dan saya harus ngurusnya kemn yah? Karena sempat saya tanya dan diminta 50 jt. Mahal sekali ya....

To Bapak Chrisno

Sebelumnya mohon maaf karena saya belum dapat update jawaban atas pertanyaan bapak karena kesibukan di beberapa proyek. Saya akan coba menjawab pertanyaan mengenai kehilangan IMB.

IMB hilang dapat diurus hanya dengan datang ke BPPT dengan membawa copy sertifikat tanah dan pbb untuk di cap legalisir. Setelah itu akan dicarikan IMB yang ada disana. Jika sudah ditemukan maka akan ci copy dan dilegalisir, untuk diserahkan kepada kita. Jika tidak ditemukan ada 2 kemungkinan: IMB di BPPT juga hilang atau rumah belum ada IMBnya.

Maka kita akan masuk kedalam pembuatan IMB baru. Maka syarat dan ketentuan berlaku disesuaikan dengan kebijakan masing-masing daerah.

Semoga Membantu

To Laiqa Audrey

Akan saya coba menjawab pertanyaannya. Walaupun sudah lama sekali baru saya balas, mungkin saja ada pembaca website ini yang memiliki masalah yang sama. Ketidak sesuaian nomor surat IMB dan SHM memang bisa saja terjadi. Ada kemungkinan pada saat awal terjadi kesalahan tidak segera diperbaiki. Baik IMB maupun SHM.

Dibank yg lama bisa saja lolos. Karena setiap bank memiliki kebijakan berbeda-beda. Mungkin bank yang lama siap untuk melacak dan memulihkan kebenaran surat2itu. Sedangkan bank kedua hanya berhenti pada pemeriksaan saja. (dalam arti tidak berani mengambil resiko).

Mungkin bisa diurus ke BPPT untuk memeriksakan IMB tersebut sudah sesuai dengan SHM. Darisana akan diperiksa, jika tidak sesuai maka BPPT akan memberitahukan IMB yang terdaftar disana. Baru dicocokan dengan yang kita pegang. Jika sama ataupun beda, ada baiknya kita minta untuk diterbitkan IMB copy yang ada di BPPT untuk kemudian dilegalisir. Dengan begitu IMB dengan SHM akan sesuai nomornya.

Semoga Membantu

To Bpk Bondan Widyatmoko

SHGB yang digabung bisa dipecah dikemudian hari. Hal tersebut bisa diurus ke BPN nantinya. Syarat dan ketentuan berlaku.

- Pemohon mengisi formulir yang sudah ditandatangani, dan menyertakan surat kuasa, apabila dikuasakan
- Melampirkan sertifikat asli
- Melampirkan izin perubahan penggunaan tanah, apabila terjadi perubahan
- Melampirkan bukti Surat Setor Pajak (SSP)
- Menyertakan tapak kavling atau site plan, untuk memudahkan petugas melakukan pengukuran dan lain sebagainya
- Pemohon membayar biaya pendaftaran ke loket di kantor BPN.

Setelah surat sudah dipecah, lalu mengurus IMB baru untuk masing-masing rumah. Bisa membawa IMB lama (yang masih jadi satu) untuk dijadikan acuan. Dari situ akan diterbitkan IMB baru sesuai dengan Sertifikat pemecahan tadi. Dan ada baiknya diurus bersamaan. Pengurusan IMB ini, bisa diurus ke kelurahan setempat atau jika kelurahan tidak bisa, bisa ke BPPT.

Semoga Membantu

To Bapak Rian

Jika bank minta surat sertifikat dipecah untuk pengurusan KPR. Sudah dipastikan nantinya bank juga akan meminta IMB baru yang sesuai dengan SHM. Maka IMB baru juga harus diurus. Sebab nantinya IMB lama nomornya tidak akan sesuai dengan SHM yang sudah dipecah.

Semoga Membantu

saya mempunyai toko luasnya 35 M dan saya mau merenovasinya untuk di jadikan ruko apakah saya harus juga membuat IMB nya? mohon pencerahannya

Saya menempati rumah tinggal yang belum ada IMB. Dibangun ayah saya dr tahun 80'an (kata ayah saya dulu bangun rumah tidak pakai IMB). Luas total bangunan sekitar 240 meter persegi. Sertifikat tanah a/n ayah saya.
Berapa kira-kira tarif IMB utk luas tsb? Benarkah tarif IMB utk rumah lama lebih mahal drpd bangun baru? Bagaimana solusi terbaiknya?
Apa saja syarat urus IMB?
Terimakasih, kami tunggu jawabannya :)
-Darty-

pagi p tony,salm ,sangat brguna n lengkap sklai blog nya.sy mw menannyakan,klw kita mw bli rumah 2nd yg sdh di bngun tp blum prnah ada IMB nya aman tdk y pak,kt penjualnya sih bs.kl bangunan 43m2 sdh tebangun daerah jakrt timur kira2 brp y biaya total nya utk 2tngkt bsrt denda ,bwt gmbrn brp kira2 biaya,spengetahuan pak tony.trmksh

dewi.jkt

sore pak toni.
Saya rencana mau beli tanah (rumah yang sudah tidak layak huni). jadi ceritanya rumah itu ga ada IMB nya. Kalo saya mau bikin IMB, statusnya baru atau lama? trus bisa kah di urus IMB nya, karna status tanahnya garapan, tapi ada SHM nya. kira2 untuk tanah 100 M2 berapa biaya IMBnya?

Mas Toni, saya mau tny..
Saat ini saya dan suami masih ikut KK orang tua masing-masing. Lalu bagaimana bila suami ingin membeli rumah di kota tempat dia bekerja, sementara KK suami istri masih blm pny sendiri. Apakah bisa hny melampirkan FC surat nikah dan FC KK msg2?Krn syarat utk membeli rumah hrs ada KK suami istri.

Terimakasih sebelumnya..

pak tony, perkenalkan. nama saya abu aufa tinggal di Jakarta.
orang tua punya tanah seluas 60 m2 dan di atasnya dibuat bangunan seluas itu juga. hanya saja belum ada IMB nya. kata teman2, ke depan kalau bangunan ini ketahuan pemda, bisa dibongkar. benar ga? terus, bgmn cara mengurus IMB nya? n biaya apa saja yang harus disiapkan untuknya? terima kasih atas jawabannya.

Mas Tony yth,
Saya mempunyai luas tanah 600 m2, dan di tanah tsb saya mempunyai 2 bangunan, di pecah menjadi 200 m2 dan 400 m2 yg 200 m2 sudah memiliki IMB dan yg 400 m2 belum. untuk pengurusan IMB bangunan yg 400 m2 itu akan ada permasalahan tidak, dan bagaimana cara mengurus IMB nya? apa saja yang harus saya siapkan utk pengurusannya. terima kasih dan salam sejahtera.

-Yefta-

Mas Tony, saya baru beli rumah seken dan setelah diappraisal sama bank ternyata 3/4 luasnya terkena SGB (batas jalan), makanya bank menolak KPR saya.

akhirnya saya beli kontan, yang jadi pertanyaan saya, apa ada minimum luas untuk mengurus IMB? mengingat cuma 1/4 dari luas tanah yang bisa saya klaim di IMB.

Terima Kasih

Salam kenal mas tony, saya awam soal imb mas, pertanyaannya simple atau mungkin culun, kalau baru bangun pondasi sekeliling apa sdh harus ada IMB nya mas, makasih

Kalu membeli rumah tangan kedua dengan bangunan yang barunya tanpa ada imb itu gimana ya? lokasi bangunan barunya di belakan rumah utama

salam kenal mas tony, mau nny nich mslh IMB.
saya baru beli rumah seken. dan ada rencana mau renovasi total.
apakah bisa ajuin IMB, ketika surat-surat masih dalam proses balik nama?

Slm kenal mas tony...sy mau mgajukan kredit ke bank...dmana imb sy rumah tinggal( dgn gambar 2lt, saat ini jd tmpat tgal sy dan tmpat usaha sy) rencana sy mau renovasi ruko 2lt...y sy mau ty khn apa kah pihak bank bisa terima imb rmh tinggal utk renovasi jd ruko? @ray

Selamat pagi Mas...saya cumka mau menanyakan utk harga resmi IMB apabila saya mau merenovasi rumah menjadi dua lantai yg awalnya satu lantai,dg luas tanah 564M2 di daerah Jakarta selatan. lalu utk biaya resmi pengurusan proses ke Sudin tata kota ( apakah perlu..? ) demikian pertanyaan dari saya..terima kasih



bos biaya pengukuran boleh dibebankan kepada pemohon?? biaya itu diluar retribusi imb yang akan disetor kekas negara

Siang Pak, saya mau tanya: kalau saya membeli rumah 2lt di perumahan ternyata IMB nya hanya copy legalisir notaris, apakah bermasalah bila saya mengajukan kredit ke bank? Thx

Selamat siang Pak,

Bagaimana cara mengurus IMB untuk tanha luas 104 m dan bangunan 50 m?

Terimakasih

Melly

Salam sejahtera selalu buat bpk Tony

Saya mau tanya,saya membeli rumah baru di perumahan type 45,luas tanah 105m dengan bangunan standar developer,dan sekarang saya sudah merenovasi rumah tersebut menjadi full 2 lantai tapi saya belum merubah IMB dari bangunan yang standar dari develover menjadi 2 lantai,yang mau saya tanyakan bila saya ingin merubah IMB tersebut apakah akan bermasalah atau di denda?jika saya datang ke kekelurahan untuk merubah IMB untuk membangun menjadi 2 lantai,dengan alasan rubah belum dibangun dan apakah akan di cek dari kelurahan ke rumah saya?dan kira2 berapa biaya yg harus saya keluarkan?mohon pencerahan dari bapak tony.terima kasih

To All Readers

Saa akan coba menjawab satu persatu yaa... terlepas hal itu comment lama atau baru. Siapa tahu ada yang memiliki pertanyaan yang sama dikemudian hari.

To Bpk Kinkin Asikin
Pada prinsipnya setiap penambahan volume rumah asal, diwajibkan mengajukan IMB. Terlebih jika fungsi bangunan akan dirubah. Misal dari rumah menjadi ruko.Jika bapak akan meningkat diatas toko lama, maka volume toko tidak lagi 35 m2, bahkan menjadi 2 kalinya. Sebaiknya mengajukan IMB baru. Dan karena volume masih dibawah 100 m2, bisa dilakukan di kelurahan saja. Tks

To Darty
Langsung saja ya. Dikarenakan dulunya belum pernah ada IMBnya. Maka yang diajukan adalah IMB rumah baru. Dengan asumsi rumah baru terbangun. Nah... tentunya harga retribusi yang dikeluarkan disesuaikan dengan harga terkini tentunya. Mengenai mahal tidaknya, bergantung pada peraturan daerah setempat. Jika terdapat banyak pelanggaran KLD, KDB, GSB, maka biayanya juga jadi mahal. Kecuali Pemda setempat memberikan toleransi dengan memberikan pemutihan. Tks

To Dewi.
Beli rumah tanpa IMB sebenarnya aman dilakukan jika kita membelinya dengan uang cash. Namun jika mengajukan KPR akan sangat sulit. Sebab biasanya bank meminta IMB sebagai dasar volume bangunan sebagai acuan pengajuan kredit. Sebenarnya harga IMB hanya sebesar Rp 500 s/d 5000 per m2 (untuk volume dibawah 100m2). Sedangkan diatas 100 m2 harganya dimulai dari harga Rp 20.000,- per m2. Itu bergantung dengan lokasi tempat bangunan berada. Tks

To Yefta
Wah.. sepertinya ada pelanggaran yaa. Jika tanah 600 m2. Rumah dibangun 200 m2 dan 400 m2, maka tidak ada sisa tanah sebagai ruang terbuka untuk resapan air. Dari situ saya asumsikan ada pelanggaran. Besarnya pelanggaran yang menentukan nantinya adalah pemda atau dinas terkait. Karena volume diatas 100 m1 maka kepengurusan dilakukan di P2B (Pengawasan dan Penertiban Bangunan). Yang perlu disiapkan tentunya adalah gambar denah dan tampak, serta sertifikat kepemilikan tanah tentunya. Tks

Semoga Membantu.


To Anonim

Saya akan coba jawab borongan saja yaa.. :D
Dalam hal pengurusan IMB tidak ada batasan minimal. Dalam arti, membangun pos satpam saja juga harus mengajukan IMB. Hanya saja tempat pengajuan yang berbeda. Jika dibawah 100 m2 bisa dikelurahan, sedang diatas 100 m2 diurus di Sudin P2B. Tks

IMB sebaiknya diurus sebelum proses pembangunan. Bahkan sebelum pondasi. Saat pengurusan sudah diajukan dan disetujui, maka sebagai awal biasanya akan mendapatkan surat IP (Izin Pendahuluan). Dengan pegangan IP tersebut kita sudah bisa mulai tahap pembangunan. Dan pada saat pekerjaan dinding sudah mulai didirikan biasanya IMB sudar terbit dan Plank IMB bisa dipasang. Tks

Jika surat-surat masih dalam proses balik nama, IMB bisa diajukan. Namun IMB yang terbit nantinya menggunakan nama pemilik sebelumnya. Daripada urusannya jadi repot dikemudian hari. Ada baiknya IMB diajukan jika surat-surat sertifikat sudah pakai nama kita. Tks

Jika akan direnovasi dari rumah tinggal menjadi ruko. Harus ditanyakan dulu ke bagian Tata Kota mengenai peruntukan lahan yang dimiliki. Jika peruntukan lahan adalan rumah tinggal, maka tidak sesuai. Dari situlah Bank biasanya menolak. Namun jika peruntukan lahan bisa untuk komersil, maka Bank biasanya bisa menerima. Tks

Semoga Membantu

To Bpk Achmad

Jika tanah diatas 500 m2, asumsi saya bangunan yang akan dibangun lebih dari 100 m2, maka pengurusan IMB dilakukan di sudin P2B. Tks

Semoga Membantu

To Bpk Bambang Surya

Biasanya Bank akan menerima jika IMB copy mendapatkan legalisir dari pihak pemberi IMB, baik itu kelurahan atau P2B.

Notaris melegalisir IMB tersebut hanya untuk meyakinkan bahwa surat tersebut sesuai dengan surat IMB asli yang dipegang oleh pemilik sebelumnya.

Biasanya pihak Bank akan meminta untuk dibawakan IMB aslinya saat proses pengajuan kredit.

Hal tersebut bisa diatur bersama dengan pihak pemilik, misalnya dengan bersama-sama bertemu dengan pihak Bank di tempat Notaris atau di Bank yang bersangkutan. Tks

Semoga Membantu

luar biasa ini blog,,, informatif bgt.
Bapak, sy punya tanah 528m². Rencananya mau mendirikan bangunan ukuran 7,5x21m=157,5m² (kos-kosan 6 ruang @7,5 x 3,5m ).

Masalah:
saya butuh IMB untuk keperluan kredit Bank, sementara sy tidak punya gambar dan Rab Banguan (yg disetujui tata kota/PU) yang menjadi slh satu syarat Pengurusan IMB tsb. Kalau gambar kasar (gambar sy sendiri) nya seh ada, karena banguannya gak trllu sulit dan sy Telah membanguan PONDASI bangunan tsb.

Pertanyaan:
Berapa biaya urus IMB dan buat gambarnya?

Terima kasih dan Sukses selalu buat Bapak.

kirmanmpeke@gmail.com

tetapi masing2 kota berbeda prosedur ya utk pengurusan imb nya...

bapak sy baru saja membeli rumah seken dng luas 108m2 di daerah sby tp tdk ada imb dan surat2 hgb sdh mati untuk sewanya...unt sy naikkan status rumah nya menjadi hak milik sy harus urus imb dan dendanya...pertanyaan sy kira2 biaya nya berkisar brp unt status surat seprti itu...apa unt urus imb nya sy juga dikenakan denda?trims

Pak toni yang baik..terimakasih atas info2nya...sebelumnya saya ingin menayakan..saya punya 2ruko dengan total luas 80m2...belum ada IMB nya kira2 berapa biayanya yah..didaerah duren sawit jak-tim..

Pak Toni yang Baik Tolong dibantu ya..!!!
Pa saya mau beli kos"an melalui KPR di daerah tambun, Bekasi dgn LT.305 m2 dan LB. 305 SHM ada tapi tidak ada IMB nya..yang mau saya tanyakan..
1. Kira" brapa biaya nya untuk membuat IMB nya..
2. Kira" untuk pajak jual belinya habis brapa ya biaya nya...karna si penjual hanya ingin harga bersih..jadi pajaknya semua dtanggung pembeli..

Terima kasih..
Mohon bantuanya
hinggar.permana@gmail.com

postingan anda sangat bermanfaat bagi saya
terimakasih ya gan ,, sering sering ya posting nya

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...