Jangan Monoton, Ada Kusen Beton

Banyak orang hanya mengenal material yang digunakan sebagai bahan pembuat kusen hanya dengan kayu maupun alumunium. Kusen alumunium hadir untuk menggantikan posisi kayu yang selama ini menjadi primadona bahan dasar pembuatan kusen. Selain kelebihan kusen alumunium yang tahan terhadap cuaca, juga ketahanannya terhadap serangan rayap. Apalagi kayu yang menjadi bahan pembuatan kusen, semakin lama semakin sedikit. Maka diperlukan inovasi-inovasi baru bahan pengganti kayu yang bisa digunakan sebagai bahan pembuat kusen.

Selain kusen alumunium, sebagai alternatif... ada inovasi baru bahan material pembuat kusen; yaitu beton. Yaa... beton, yang sering digunakan sebagai bahan pembuat struktur. Jika dilihat dari mutunya saja kita sudah membayangkan betapa kuat dan tahannya bahan beton ini jika digunakan sebagai bahan pembuat kusen. Untuk itu lebih lanjut kita akan membahasnya dalam pembahasan berikut.

Salah satu produsen kusen beton ada di Bali, pemilik bernama I Made Sudjana, pensiunan Waskita Karya. Ide membuat kusen beton ini diakuinya karena harga kayu sudah terlalu mahal harganya. Ia sudah cukup lama menekuni pembuatan kusen beton ini. Bahan beton yang sudah kita ketahui berasal dari cor semen pasir beserta dengan pembesian. Namun bisa juga menggunakan material debu, sehingga adonan cor semakin kuat.... namun harganya juga semakin mahal.

Kusen beton bikinan Sudjana ini bermerek MR Patent yang dapat dibeli dalam bentuk siap pasang. Kualitas beton yang digunakan sebagai bahan kusen ini menggunakan beton mutu K383 melebihi mutu standardnya: K225, sehingga tidak mudah rusak. Kusen yang kita pesan nantinya sudah dilengkapi juga dengan engsel (jendela atau pintu).

Kalau kita ingin memesan khusus untuk ukuran yang berbeda dari yang sudah ada, diperlukan waktu kira-kira 1 bulan untuk pembuatannya. Proses pencetakannya tidaklah begitu lama, hanya dalam 1 hari, hanya saja proses pematangannya diperlukan 28 hari (sama seperti proses cor beton konvensional struktur).

Selanjutnya proses finishingnya diperlukan dempul untuk meratakan permukaannya supaya lebih halus, sehingga mudah dalam pengecatannya. Pengecatan bisa dilakukan setelah kusen terpasang pada tembok. Sementara, ukurannya bebas, disesuaikan dengan desain pintu dan jendela.

Selamat Mencoba.
Baca Terusannya »»  

Tips (43): Faktor Penunjang ,Bikin SOHO Nyaman

SOHO, Small Office Home Office... Dewasa ini banyak orang melakukan bisnisnya dari rumah. Ada banyak alasan orang melakukannya bisnisnya dirumah, ada yang dikarenakan alasan keluarga yang tidak bisa ditinggal, tidak memerlukan kantor terpisah, jalan macet, dan teknologi saat ini yang memungkinkan orang bisa berhubungan satu dengan yang lainnya dengan internet.

Namun kita sering juga mendengar atau mungkin juga melihat rambu-rambu peringatan bahwa "Rumah Dilarang Dijadikan Tempat Usaha". Hmmm... Namun jika usaha yang kita lakukan tidak membebani lingkungan sekitar kita, tentunya masih bisa dimaklumi. Kecuali kita bikin pabrik dirumah, nah... itu tergantung dari warga setempat, setuju atau tidak jika disekitar perumahan ada kegiatan pabrik.

Usaha-usaha yang bisa dilakukan dirumah tentunya adalah usaha-usaha yang tidak membutuhkan space besar, dan sifatnya juga tenang... sehingga tidak bersifat bising yang bisa mengganggu tetangga kita. Misalnya saja kantor (office). Untuk kantor yang dibentuk dari bagian rumah tentunya bukan kantor besar, namun kantor yang bersifat kecil... maksimal 5 orang pegawai, atau hanya kita sendiri yang menggunakannya. Biasa disebut SOHO (Small Office Home Office).

Namun ada beberapa faktor yang dibutuhkan untuk mempersiapkan rumah kita menjadi kantor yang nyaman. Dan juga desain yang praktis dan ekonomis serta menunjang kegiatan kerja kita. Berikut ini adalah beberapa faktor yang diperlukan untukmembuat SOHO yang baik dan nyaman yang seharusnya kita siapkan:

1. Teknologi
Pastikan kita mempunyai perangkat teknologi yang mendukung kegiatan bisnis kita. Internet dengan koneksifitas yang tinggi wajib dimiliki, terutama bagi kita yang mengelola bisnis jasa maupun bisnis online. Ketersediaan fasilitas internet wireless juga memberikan keuntungan tersendiri, yaitu memberikan ruang kerja yang tidak terlalu besar sebab bisa meminimalisir penggunaan kabel sehingga ruangan lebih terlihat rapi dan bersih.






2. Kursi Kerja
Agar proses kerja lebih terasa nyaman sepanjang hari, maka kita memerlukan kursi kerja yang baik dan ergonomis. Kursi kerja yang baik diperlukan karena akan memberikan kenyamanan bagi punggung kita, juga bisa menjaga kesehatan kita selama bekerja. Karena proses kerja yang kita lakukan akan berlangsung terus menerus. Maka pilihlah kursi kerja dengan tingkat ergononis yang baik. Hindari kursi kerja yang tidak memiliki sandaran.









3. Personal Computer atau Laptop
Keputusan untuk menggunakan laptop atau komputer PC perlu kita pikirkan matang. Memilih PC maupun Laptop ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan menggunakan PC kita bisa memilih PC dengan kemampuan tercanggih dengan harga relatif lebih murah dari Laptop, hanya saja dari segi mobilitasnya kurang. Sedang jika menggunakan Laptop, tingkat mobilitasnya tinggi, kita bisa menggunakannya dimana saja, namun kelemahannya adalah harganya juga lebih mahal ketimbang PC. Pemilihan ini sepenuhnya menjadi kontrol kita.

4. Telepon, Fax, Scanner, Printer
Perangkat elektronik ini wajib dipersiapkan untuk menunjang pekerjaan yang kita lakukan. Walaupun perjanjian bisnis, penawaran, ataupun data lain bisa kita kirim dengan surat elektronik, namun kehadiran fax masih diperlukan jika ada kondisi-kondisi tertentu yang memerlukan penggunaanya. Karena kecanggihan teknologi saat ini, kita bisa membeli alat tersebut dalam satu alat lengkap (multi fungsi). Namun kelemahannya adalah jika salah satu fungsi rusak, maka kita tidak bisa menggunakan fungsi lainnya karena alat tersebut harus diperbaiki. Maka kita bisa juga membeli alat-alat tersebut terpisah berdasarkan fungsinya masing-masing.



5. Meja Kerja
Seperti halnya kursi kerja, meja kerja merupakan elemen penting dari sebuah kantor dan disarankan anda memiliki meja yang cukup besar untuk mengakomodasi beragam dokumen dan kertas-kertas berharga lainnya agar tetap terlihat rapi serta terorganisir.




6. Alat Tulis
Jangan lupa kita mempersiapkan alat tulis kantor, selain peralatan tulis menulis juga diperlukan peralatan pendukung lainnya seperti staples, papaer clip, gunting, lem, cutter, dan lainnya.

7. Aturan Kerja
Bekerja di rumah menyimpan keuntungan tersendiri, namun terkadang kehidupan personal bisa mengganggu kinerja. Untuk membedakannya, buatlah aturan kerja yang harus dijalani se-profesional mungkin selayaknya bekerja diperusahaan besar. Misal bangun pagi, menyiapkan diri, dan berangkat kerja. Jika ruang kantor di rumah mempunyai pintu, pasanglah tanda " sedang tidak ingin diganggu" selama beberapa jam.

8. Tipe Pendiam
Jika kita sosok pendiam yang menyukai situasi tenang dan bebas dari suara gaduh, pasanglah headphone untuk menciptakan suasana tenang yang dibutuhkan untuk menjaga konsentrasi kita dalam bekerja.











9. Tempat Penyimpanan yang Memadai
Persiapkan pula tempat penyimpanan untuk menyimpan semua perlengkapan serta dokumen yang kita miliki. Tempat menyimpan tu bisa berupa Laci, Rak, Lemari, atau tempat penyimpanan lainnya. Agar suasana ruang terlihat rapi, nyaman, dan terorganisir dengan baik.

10. Mempercantik Perabot Kantor
Bila kita memiliki anggaran lebih dalam mendesain kantor kita, tidak ada salahnya kita menambahkan perabot lain yang mampu menambah kenyamanan. Misalnya frame gambar atau vas bunga.

11. Menentukan Ruang
Kantor kita walaupun berada dirumah tetap memerlukan area pribadi. Oleh karena itu kita perlu memilih ruang khusus agar kita bisa bekerja lebih leluasa. Memisahkan area kantor dengan area keluarga akan menambah produktifitas kerja kita dalam bekerja dan juga tidak mengganggu aktifitas anggota keluarga lainnya.

12. Inspiratif.
Manfaatkan cahaya natural yang berasal dari sinar matahari dan beri sedikit sentuhan inspiratif dengan menambahkan hiasan-hiasan dinding. Seperti foto sosok enterpreneur idola kita atau memasang poster yang berisi kata-kata motivasi yang mampu menggugah kita untuk bekerja lebih baik lagi.

Lakukanlah semua faktor itu dengan cara menyenangkan sehingga kita bisa menciptakan kantor yang baik dan nyaman.
Selamat Mencoba.
Baca Terusannya »»  

DIY (16): Cara Lihai, Pasang Keramik Dinding atau Lantai

Keramik dinding dengan keramik lantai memiliki perbedaan karakater tersendiri. Masa sih?.... ya iyalah, kalau enggak kenapa pabrik membedakan produknya antara keramik lantai dan keramik dinding?

Nah, tentu saja cara kita memasang keramiknya pun harus ada bedanya juga, supaya keramik tersebut dapat terpasang dengan baik dan kuat. Berikut ini adalah cara pasang keramik, beserta dengan perbedaan diantara keduanya.

1. Pemasangan keramik lantai dan dinging sebaiknya dilakukan pada tahap akhir sebuah proyek. Tujuannya adalah untuk mengurangi resiko kerusakan akibat pekerjaan lain yang belum selesai yang dapat membuat baret atau pecah keramik yang sudah terpasang.

2. Permukaan lantai/dinding yang akan dipasang keramik juga harus dalam keadaan bersih, cukup kering dan rata air.

3. Tentukan tulangan dengan mempertimbangkan tata letak ruangan/tangga/dinding yang ada. Pemasangan keramik lantai atau dinding dimulai dari tulangan ini.

4. Rendam keramik lantai atau keramik dinding dalam air terlebih dahulu.

5. Setiap jalur pemasangan sebaiknya menggunakan panduan dari benang dan rata air.










6. Adukan semen untuk pemasangan keramik harus penuh, baik dasar maupun dibadan belakang keramik lantai atau dinding yang akan dipasang. Perbandingan adukan dan tebal adukan yang disarankan adalah:
- Keramik lantai, Semen : Pasir = 1 : 6, dengan ketebalan rata-rata = 2 s/d 4 cm
- Keramik dinding, Semen : Pasir = 1 : 4. dengan ketebalan rata-rata = 2 cm



7. Lebar nat juga berbeda antara keramik lantai dan keramik dinding.
- Keramik lantai, lebar nat = 4 s/d 5 mm
- Keramik dinding, lebar nat = 2 mm








8. Nat diisi dengan campuran pengisi nat (grout) semen atau bahan khusus yang ada dibanyak toko bangunan. Untuk area yang luas dianjurkan untuk diberi expansion joint.

8. Khusus untuk dinding luar, lebih baik diberi tali air setiap jarak tertentu disesuaikan dengan deesain pola lantai yang digunakan. Tujuannya agar keramik tidak menerima beban terlalu berat.


9. Bersihkan segera bekas adukan grout pengisi nat yang telah diaplikasikan dan menempel di permukaan keramik. Kita bisa menggunakan bahan pembersih dengan kadar asam tidak lebih dari 5%. Setelah itu bersihkan dengan air bersih.

Karena sifat keramik adalah alami melalui proses pembakaran temperatur tinggi, sangat wajar jika terjadi perbedaan warna dan ukuran. Untuk itu periksalan keramik lantai atau dinding yang akan dipasang, sesuaikan dengan seri dan ukurannya.

Bisa juga kita lihat dari tingkat kualitasnya (KW). Dan perhatikan nomor serinya, jika nomor serinya berbeda maka tahun atau angkatan produksinya berbeda, hal ini bisa menyebabkan warna dan ukuran sedikit berbeda. Jadi jika akan memasang keramik, persiapkan spare kuantitas, berjaga-jaga jika ada kesalahan dalam pemasangannya.

Selamat Merenovasi

Baca Terusannya »»  

DIY (15): Cara Membuat Batu Alam Buatan

Mempercantik taman tentunya menjadi idaman bagi pemilik rumah. Apalagi taman menjadi penting kehadirannya sebagai penghias rumah, dan bisa juga menjadi tempat dimana kita membuang pandangan kita keluar melihat penghijauan dan kealamian taman sebagai pelepas stress sejenak.

Sebuah taman rasanya tidak lengkap tanpa kehadiran batu alam. Kita bisa juga membuat stepping stone di taman kita dari semen, dan kita bisa membuatnya sendiri. Namun sebelumnya kita membuat cetakan terlebih dahulu sebagai pola pembuatan batu alam nantinya.

Pola itu bisa kita buat sendiri sesuai dengan keinginan kita. Pola tersebut bisa kita buat dari kayu, atau bisa juga kita buat dari stereo foam. Berikut ini cara aplikasi cetakan pola ke taman.

Langkah 1.
Sebarkan pasir diatas permukaan taman yang akan kita aplikasikan batu alam buatan. Ratakan permukaannya, serta sedikit kita padatkan.










Langkah 2.
Buatlah adonan pasir dengan semen didalam wadah. Gunakan perbandingan 1 semen : 3 pasir. Bisa juga diberi obat penguat semen sehingga semen dapat kering dengan cepat. Aduk dengan air secukupnya, dan jangan membuat adonan terlalu encer.












Langkah 3.
Letakkan pola batu alam yang telah kita buat dari kayu ataupun stereofoam tadi diatas tanah. Lalu aplikasikan adonan semen kedalam ruang-ruang pola tersebut.














Langkah 4.
Ratakan dan padatkan adonan semen sehingga padat sampai ke bagian paling bawah pola. Gunakan sendok semen kecil untuk meratakan permukaannya, dan haluskan secara merata.









Langkah 5.
Angkatlah pola secara perlahan supaya cetakan tidak pecah. Jika saat mengangkat semen agak lengket ke beberapa bagian pola, gunakanlah sedikit air untuk melepas adonan semen yang lengket. Dan jangan lupa untuk merapikannya lagi dengan sendok semen.







Ulangilah langkah-langkah tersebut, sehingga menutupi bagian-bagian taman yang akan kita tutupi sesuai dengan selera kita.

Selamat Mencoba.
Baca Terusannya »»  

DIY (14): Cara Membuat Vas Dari Botol Bekas

1. Tandai dan Potong botol hingga tinggi sekitar 7 - 8 cm
Menandai dan memotong bagian tengah kelancaran botol untuk memberikan kira-kira bahkan tepi 7.
2. Setelah terpotong rata, iris botol seperti gambar berikut

Measure and make straight, evenly spaced cuts all the way around the bottle.
3. Tekan dengan hati-hati dan lipat keluar irisan sebagaimana gambar berikut
Carefully press and fold all the strips outward to make a level edge all the way around.
4. Tekan botol dalam keadaan terbalik pada bidang datar untuk memastikan bahwa lipatan kita menjadi rata
Press the bottle upside down on a flat surface to ensure an even edge.
5. Lipat ke dalam salah satu strip ke bagian dalam dari dua strip berselang
Weave the tip of a strip over the next one and under the next two.
6. Lipat lagi satu di sampingnya dengan cara yang sama
Fold and crease the next one the same way, but weave this one over two and under one.
7. Lipat lagi yang lainya
Fold the third strip and weave the same as the first one.
8. Lipat semua sampai habis sehingga tampak hasilnya seperti gambar berikut
Continue around in this pattern until the last three and tuck each one under the next until woven in completely.
Baca Terusannya »»  

DIY (13): Cara Membuat Alat Perangkap Nyamuk

Mendambakan rumah bebas dari nyamuk? mungkin cara ini bisa membantu kita untuk membebaskan rumah kita dari nyamuk. Alat ini bisa kita tempatkan di ruang-ruang semi terbuka di rumah, yang tidak memungkinkan kita menggunakan obat nyamuk terus menerus.

Cara membuatnya juga cukup mudah, dan tidak memerlukan bahan-bahan berbahaya. Dan relatif mudah dan cepat. Yuk.. kita mulai pembuatannya.

Berikut ini alat yang bisa kita buat sebagai alat untuk menangkap nyamuk(perangkap nyamuk).





Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat perangkap nyamuk;
  1. Botol plastik ukuran 1,5 liter dipotong menjadi 2 bagian.
  2. Air secukupnya. (kurang lebih 200 ml)
  3. Gula palem (brown sugar) sekitar 5 gr (atau bisa dengan kapur tulis direndam dalam HCl)
  4. Ragi sekitar 1 gr.

Berikut tahapan atau langkah-langkah pembuatan perangkap nyamuk:

1. Potong botol menjadi 2 bagian. Gunakan bagian bawah sebagai wadah, sedangkan bagian atas akan kita jadikan tutup nantinya.








2. Masukan gula palem dalam air hangat, sisihkan sampai dingin.
Campurkan ragi dalam larutan gula, tidak perlu diaduk. pada tahap inikarbondioksida akan terbentuk dan larutan ini akan menarik nyamuk.






3. Tuanglah larutan ini ke bagian bawah botol.










4. Taruh potongan bagian atas botol ke dalam botol dengan posisi terbalik (menyerupai corong).








5. Bungkus botol dengan plastik atau kertas berwarna hitam.
Letakan botol disudut ruangan dan periksalah setelah 2 minggu.







Catatan: Selain mengundang nyamuk, alat ini juga mengundang semut karena adanya gula tadi. Maka ada baiknya disekitar botol diberi kapur anti semut, atau diberi tatakan berisi air. Supaya alat ini bekerja maksimal, sehingga hanya nyamuk saja yang diundang alias ditangkap.
Selamat mencoba.
Baca Terusannya »»  

DIY (12): Cara Membersihkan Kaca


Kaca jendela atau pintu yang sudah buram dapat dibersihkan dengan mudah menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah:

Cara 1
Cairan penyegar wajah atau face tonic atau face toner dapat membersihkan kaca dengan cara menuangkan face tonic ke atas kaca kemudian digosok dengan menggunakan lap bersih. Ulangi beberapa kali sampai debu dan kotoran yang menempel benar-benar hilang.

Cara 2
Tembakau. Rendam tembakau kualitas rendah sebanyak 2 ons selama 30 menit. Gunakan air rendaman tembakau tersebut untuk membersihkan kaca dengan cara mencelupkan lap bersih kedalam air,peras,lalu gosokkan pada kaca yang buram. Ulangi beberapa kali hingga kaca tampak bersih,lalu gunakan lap basah yang bersih untuk membersihkan sisa-sisa tembakau yang menempel pada kaca. Keringkan kaca dengan lap bersih yang kering.

Cara 3
Bersihkan dengan menggunakan bahan-bahan pembersih kaca untuk hasil yang lebih maksimal. Gunakan juga karet pembersih kaca atau lap khusus pembersih kaca, supaya kaca lebih terlihat bening.

Selamat Mencoba

Baca Terusannya »»  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...